RMO IMO Prep TTS Part 1 - 2024

1234567891011121314151617181920212223242526272829
Across
  1. 2. Penyakit paru obstruktif kronik yang ditandai oleh obstruksi aliran udara yang tidak sepenuhnya reversible, biasanya disebabkan oleh paparan jangka panjang terhadap iritasi seperti asap rokok, dengan gejala utama seperti batuk kronis, produksi sputum, dan dispnea.
  2. 6. Infeksi zoonosis yang disebabkan oleh berbagai subtipe virus influenza A yang terutama menyerang unggas, seperti H5N1 dan H7N9, dengan potensi zoonotik yang dapat menyebabkan penyakit pernapasan parah pada manusia.
  3. 7. Kematian jaringan miokard akibat aliran darah koroner yang terhenti, biasanya disebabkan oleh oklusi trombotik pada arteri koroner, yang memerlukan penanganan segera untuk mencegah komplikasi serius seperti gagal jantung atau aritmia.
  4. 9. Inflamasi akut pada bronkus yang biasanya disebabkan oleh infeksi virus, ditandai oleh batuk produktif yang berlangsung beberapa minggu, disertai dengan produksi sputum, sesak napas, dan kadang demam.
  5. 10. Infeksi virus akut yang menyerang saluran pernapasan atas dan bawah, disebabkan oleh virus influenza tipe A, B, atau C, sering kali bermanifestasi dengan demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, dan gejala pernapasan seperti batuk dan kongesti nasal.
  6. 11. Pengumpulan darah dalam rongga pleura, sering kali akibat trauma atau pecahnya pembuluh darah, yang dapat menyebabkan kompresi paru dan memerlukan tindakan evakuasi darah untuk mengembalikan fungsi pernapasan normal.
  7. 12. Irama jantung yang kacau dan tidak teratur yang berasal dari ventrikel, menyebabkan gagal jantung akut dan kehilangan output jantung yang memerlukan defibrilasi segera untuk mengembalikan ritme sinus normal.
  8. 13. Irama jantung tidak teratur dan sering kali cepat yang berasal dari atrium, menyebabkan pengisian ventrikel yang tidak efisien dan peningkatan risiko tromboemboli, terutama stroke.
  9. 16. Nyeri dada yang terjadi akibat iskemia miokard sementara, biasanya diprovokasi oleh aktivitas fisik atau stres emosional, yang mengindikasikan penyakit arteri koroner dan berisiko tinggi berkembang menjadi infark miokard.
  10. 19. Sindrom pernapasan akut parah yang disebabkan oleh virus corona SARS-CoV, ditandai dengan gejala awal yang mirip dengan flu, seperti demam, malaise, dan batuk, yang dapat berkembang menjadi pneumonia berat dan insufisiensi pernapasan.
  11. 21. Serangan asma berat dan berkepanjangan yang tidak merespons pengobatan standar bronkodilator, memerlukan intervensi medis intensif untuk mencegah komplikasi
  12. 24. Penyakit bakteri yang sangat menular disebabkan oleh Bordetella pertussis, ditandai oleh serangan batuk yang keras dan berkepanjangan yang diikuti oleh tarikan napas yang dalam dan berbunyi khas.
  13. 25. Sindrom klinis di mana jantung gagal memompa darah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh, sering kali akibat penyakit jantung iskemik, hipertensi, atau kardiomiopati, dengan gejala utama seperti dispnea, kelelahan, dan edema perifer.
  14. 27. Infeksi bakteri yang disebabkan oleh Corynebacterium diphtheriae, yang menghasilkan eksotoksin yang dapat menyebabkan pembentukan pseudomembran pada tenggorokan, serta komplikasi serius seperti miokarditis dan neuropati.
  15. 29. Kondisi di mana fungsi jantung dan pernapasan berhenti secara mendadak, memerlukan intervensi resusitasi kardiopulmoner segera untuk mencegah kerusakan otak permanen atau kematian.
Down
  1. 1. Tekanan darah secara konsisten lebih tinggi dari normal tanpa penyebab yang dapat diidentifikasi, sering kali melibatkan faktor genetik dan lingkungan, serta berpotensi menyebabkan kerusakan organ jangka panjang.
  2. 3. Infeksi paru-paru yang menyebabkan inflamasi alveoli, yang dapat dipenuhi oleh cairan atau pus, dan disebabkan oleh berbagai patogen seperti bakteri, virus, atau jamur, dengan gejala utama berupa batuk, demam, menggigil, dan kesulitan bernapas.
  3. 4. Infeksi akut pada bronkiolus, terutama pada bayi dan anak-anak, yang biasanya disebabkan oleh virus respiratori sinsisial, menyebabkan obstruksi jalan napas kecil dan gejala seperti mengi dan dispnea.
  4. 5. Gagal jantung sisi kanan akibat peningkatan tekanan vaskular pulmonal, sering kali sekunder terhadap penyakit paru kronik seperti PPOK atau fibrosis paru, dengan manifestasi utama seperti edema perifer dan hepatomegali.
  5. 8. Penyakit pernapasan kronis yang ditandai oleh inflamasi dan penyempitan saluran bronkial yang reversible, serta hiperresponsif terhadap berbagai rangsangan, mengakibatkan episode berulang dari mengi, sesak napas, dada terasa berat, dan batuk.
  6. 14. Kondisi di mana jantung berdetak lebih cepat dari normal, biasanya lebih dari 100 denyut per menit, yang dapat bersifat supraventrikular atau ventrikular, dan berpotensi mengganggu hemodinamik serta meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular.
  7. 15. adalah daftar kata kunci dengan definisi yang lebih kompleks untuk calon peserta olimpiade kedokteran:
  8. 17. Kondisi di mana cairan berlebih mengisi alveoli paru, mengganggu pertukaran gas dan menyebabkan dispnea parah, sering kali terkait dengan gagal jantung kiri atau peningkatan tekanan kapiler paru.
  9. 18. Sindrom gangguan pernapasan akut yang ditandai oleh infiltrasi pulmonal difus, hipoksemia refrakter, dan penurunan compliance paru, sering kali akibat sepsis, trauma, atau aspirasi, dengan prognosis yang buruk tanpa manajemen yang agresif.
  10. 20. Denyut jantung tambahan yang berasal dari fokus ektopik di atrium atau ventrikel, yang dapat terjadi sporadis atau berulang, sering kali tanpa gejala, namun pada beberapa kasus dapat menyebabkan palpitasi atau menandakan penyakit jantung mendasar.
  11. 22. Kondisi medis darurat yang disebabkan oleh penurunan volume darah yang signifikan, akibat perdarahan hebat atau kehilangan cairan, yang mengakibatkan penurunan perfusi jaringan dan dapat menyebabkan kegagalan organ multipel jika tidak segera ditangani.
  12. 23. Penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, menyerang paru-paru dan dapat menyebabkan batuk berkepanjangan, hemoptisis, keringat malam, dan penurunan berat badan yang signifikan.
  13. 26. Hipertensi yang disebabkan oleh kondisi medis lain seperti penyakit ginjal, gangguan endokrin, atau penggunaan obat tertentu, yang memerlukan penanganan penyebab dasar untuk kontrol tekanan darah yang efektif.
  14. 28. Ketidakmampuan sistem pernapasan untuk mempertahankan pertukaran gas yang memadai, ditandai oleh hipoksemia atau hiperkapnia, yang memerlukan intervensi medis segera untuk mencegah kerusakan organ atau kematian.