DINAMIKA POLITIK KEMERDEKAAN INDONESIA 1
Across
- 1. Kabinet yang dipimpin Amir Sjarifuddin pada masa Revolusi Kemerdekaan.
- 5. Perjanjian antara Indonesia dan Belanda yang ditandatangani pada tahun 1946.
- 7. Ibu kota negara dan tempat pembacaan Proklamasi Kemerdekaan.
- 8. Konstitusi pertama Republik Indonesia yang disahkan pada 18 Agustus 1945.
- 10. Perdana Menteri Indonesia yang memimpin Kabinet Amir Sjarifuddin.
- 12. Pemilihan umum pertama di Indonesia untuk memilih anggota DPR dan Konstituante.
- 13. Panitia yang mempersiapkan pembentukan pemerintahan Indonesia setelah proklamasi.
- 14. Perdana Menteri pertama Indonesia pada masa kabinet parlementer.
- 15. Istana Kepresidenan di Jakarta yang menjadi simbol pemerintahan Republik Indonesia.
- 18. Perjanjian Indonesia dan Belanda yang ditandatangani di atas kapal USS Renville.
- 20. Wakil Presiden pertama Republik Indonesia dan Proklamator Kemerdekaan.
- 21. Presiden pertama Republik Indonesia dan Proklamator Kemerdekaan.
- 22. Komite Nasional Indonesia Pusat yang berfungsi sebagai badan legislatif sementara.
- 24. Ibu kota Republik Indonesia selama masa Revolusi Kemerdekaan.
- 25. Perundingan yang membuka jalan menuju Konferensi Meja Bundar.
- 26. Lembaga yang bertugas menyusun undang-undang dasar yang baru.
- 27. Usulan untuk mengembalikan Indonesia menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
- 28. Bentuk negara federal yang berlaku di Indonesia pada tahun 1949–1950.
Down
- 2. Dokumen asli yang memuat teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
- 3. Kabinet parlementer pertama yang dipimpin oleh Sutan Sjahrir.
- 4. Undang-Undang Dasar Sementara yang digunakan pada masa Demokrasi Liberal.
- 6. Keputusan Presiden Soekarno pada 5 Juli 1959 untuk memberlakukan kembali UUD 1945.
- 8. Konstitusi yang berlaku pada masa Republik Indonesia Serikat.
- 9. Konferensi Meja Bundar yang menghasilkan pengakuan kedaulatan Indonesia.
- 11. Maklumat Wakil Presiden Nomor X yang memperluas fungsi KNIP.
- 13. Pernyataan resmi kemerdekaan Indonesia yang dibacakan pada 17 Agustus 1945.
- 16. Maklumat 3 November 1945 yang mendorong pembentukan partai politik.
- 17. Tokoh Masyumi yang mengajukan Mosi Integral.
- 19. Istana Kepresidenan di Yogyakarta yang menjadi pusat pemerintahan saat revolusi.
- 23. Organisasi politik yang berkembang pesat setelah Maklumat 3 November 1945.