Hikayat

123456789101112131415161718192021222324
Across
  1. 6. Sifat tokoh dalam hikayat yang cenderung datar, hitam-putih, dan tidak banyak mengalami perubahan karakter (misal: tokoh baik ya sangat baik, tokoh jahat ya sangat jahat).
  2. 7. Kata transisi atau penghubung klasik yang sangat sering digunakan di awal kalimat dalam teks hikayat (artinya: maka/lalu).
  3. 10. Unsur pembangun karya sastra yang berasal dari dalam cerita hikayat itu sendiri.
  4. 12. Sifat ankuisisi waktu dalam hikayat yang kadang tidak sesuai dengan kenyataan sejarah (atau unsur kemustahilan waktu). Gunakan istilah dalam sastra: KEDUNGUAN/KEMUSTAHILAN. -> ISTANA (Ganti ke unsur kemasyarakatannya: Istana sentris). Mari gunakan istilah umum: ISTANA Latar tempat yang paling dominan dalam cerita hikayat.
  5. 14. Ciri hikayat yang pusat cerita atau latar tempat utamanya selalu berpusat di lingkungan istana raja atau kaum bangsawan.
  6. 17. Kebiasaan, adat istiadat, atau tradisi yang berlaku di dalam masyarakat pengarang atau cerita hikayat.
  7. 18. Sifat penyebaran hikayat pada masa lalu sebelum dikenal tulisan (disampaikan dari mulut ke mulut).
  8. 19. Karya sastra lama berbentuk prosa yang berisi cerita, undang-undang, dan silsilah bersifat rekaan, historis, atau biografis.
  9. 20. Hal yang berkaitan dengan kedikdayaan, kesaktian, atau hal-hal gaib yang sering ditemukan dalam ciri hikayat (kesaktian tokoh).
  10. 22. Rangkaian peristiwa atau jalan cerita yang membentuk sebuah hikayat (biasanya menggunakan alur maju).
  11. 23. Watak atau karakter yang dimiliki oleh para pelaku di dalam cerita hikayat.
  12. 24. Nilai yang mengatur hubungan antarmanusia dalam kehidupan bermasyarakat pada hikayat.
Down
  1. 1. Sifat pengarang hikayat yang tidak diketahui atau tidak dicantumkan namanya.
  2. 2. Nilai moral atau pendidikan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca dalam hikayat.
  3. 3. Unsur pembangun cerita hikayat yang berasal dari luar karya sastra, seperti latar belakang pengarang atau nilai sosial budaya masyarakatnya.
  4. 4. Nilai yang berkaitan dengan ajaran agama, keimanan, dan ketakwaan dalam unsur ekstrinsik hikayat.
  5. 5. Latar tempat utama tempat berlangsungnya peristiwa dalam hikayat (berkaitan dengan kaum bangsawan).
  6. 8. Keterangan mengenai tempat, waktu, dan suasana terjadinya peristiwa dalam hikayat.
  7. 9. Nilai yang berkaitan dengan baik buruknya tingkah laku tokoh dalam hikayat.
  8. 11. Pesan, nasihat, atau ajaran kebaikan yang ingin disampaikan pengarang melalui hikayat.
  9. 13. Posisi pengarang dalam menyampaikan cerita hikayat (umumnya menggunakan orang ketiga serbatahu).
  10. 15. Kata-kata kuno atau klise yang sudah jarang digunakan dalam bahasa Indonesia modern, sering ditemukan dalam teks hikayat (contoh: Hatta, syahdan, alkisah).
  11. 16. Gagasan utama atau ide pokok yang mendasari keseluruhan cerita dalam hikayat.
  12. 20. Bahasa dominan yang digunakan dalam penulisan sebagian besar hikayat klasik.
  13. 21. Pelaku atau pemeran yang mengalami berbagai peristiwa di dalam hikayat.