KEIMANAN DALAM NILAI-NILAI KRISTIANI

1234567891011121314151617
Across
  1. 2. Tetap teguh pada janji dan iman sampai garis akhir, meskipun harus menghadapi tantangan atau penganiayaan.
  2. 4. Sikap hati yang selalu berterima kasih dalam segala hal, baik dalam suka maupun duka, karena percaya Tuhan baik.
  3. 7. Gelar bagi Yesus Kristus yang datang ke dunia untuk menebus dosa manusia agar kita beroleh hidup yang kekal
  4. 11. Lambang pengorbanan tertinggi Kristus di Bukit Golgota yang mendamaikan hubungan manusia dengan Allah.
  5. 13. Firman Allah yang tertulis, yang menjadi pelita bagi kaki kita dan terang bagi jalan kita dalam menjalani iman
  6. 14. Sejahtera yang melampaui segala akal, yang diberikan Yesus kepada murid-murid-Nya sebelum Ia naik ke surga.
  7. 15. Nilai hidup yang menjunjung tinggi kebenaran dalam perkataan, karena iblis adalah bapa segala dusta.
  8. 16. Kemampuan atau karunia yang Tuhan percayakan kepada setiap orang untuk dikembangkan bagi kemuliaan nama-Nya.
  9. 17. Nilai kristiani yang paling utama dan terbesar, yang merangkum seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.
Down
  1. 1. Sauh yang kuat bagi jiwa, yang membuat orang beriman tetap tenang meski berada di tengah badai kehidupan.
  2. 3. Sikap fisik atau hati yang merendah di hadapan Tuhan saat menyembah atau memohon ampunan-Nya.
  3. 5. Sifat Allah yang memberikan kebaikan kepada manusia, sehingga kita pun dipanggil untuk peduli pada yang lemah
  4. 6. Membebaskan sesama dari rasa bersalah dan dendam, sama seperti Bapa di Surga telah mengampuni kita.
  5. 8. Nafas hidup orang beriman dan cara utama kita berkomunikasi serta menyampaikan isi hati kepada Bapa di surga.
  6. 9. Kebijaksanaan yang berasal dari takut akan Tuhan, membantu kita membedakan mana yang benar dan yang salah.
  7. 10. Perwujudan bakti dan syukur kita kepada Tuhan, baik dalam pertemuan di Gereja maupun dalam perilaku sehari-hari.
  8. 12. Dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
  9. 15. Sifat Allah yang murni dan tanpa cela, yang juga menjadi panggilan hidup bagi kita: "Hendaklah kamu ---, sebab Aku ---."