Kuis K4 2025 - Type E

123456789101112131415
Across
  1. 2. Lokasi di Jakarta yang mencatat tingkat konsentrasi CO tertinggi, meningkat dari 572.760 menjadi 798.690 μg/Nm^3 antara tahun 2015-2016
  2. 4. Proses penanganan limbah cair yang melibatkan perpindahan massa di mana kontaminan volatil pada air berpindah ke fasa gas di dalam packed tower
  3. 7. Jenis gas yang dihasilkan dari pembakaran limbah berbahaya yang memerlukan kontrol emisi udara bersama dengan NOx dan gas HCl
  4. 8. Analisis yang digunakan untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan risiko dari limbah nikel berdasarkan nilai RPN, dengan mengukur Severity, Occurrence, dan Detection
  5. 9. Salah satu tujuan dari revitalisasi angkutan umum di Jakarta seperti MRT dan LRT, selain mengurangi kemacetan
  6. 13. Zat yang berfungsi untuk mengurangi toksisitas, kelarutan, atau mengubah bentuk logam berat heksavalen, seperti garam sulfit atau logam basa
  7. 14. Jenis pengendalian bahaya yang berada di urutan terendah dalam hierarki pengendalian dan melibatkan penggunaan masker atau sarung tangan
  8. 15. Salah satu bahaya dari limbah medis padat di Rumah Sakit X, di mana wadah yang tidak memadai dapat meningkatkan risiko cedera tusukan jarum pada staf kebersihan
Down
  1. 1. Zat berbahaya yang dapat menyebabkan kerusakan pada kromosom dan genetik, contohnya X-rays dan benzo(a)pyrene
  2. 3. Jenis efek toksik yang terjadi pada organ lain setelah zat beracun diserap ke dalam tubuh, seperti kerusakan hati, ginjal, atau sistem saraf
  3. 5. Metode pengolahan air limbah primer yang dilakukan dengan menyaring air limbah melalui jeruji saring untuk menghilangkan sampah dan kotoran
  4. 6. Salah satu pemicu polusi udara alami selain abu dan gas dari kebakaran hutan atau hembusan debu
  5. 10. Proses pemisahan logam nikel dari katalis bekas yang melibatkan gelombang ultrasonik untuk mempercepat pelindian asam (acid leaching) dan menghasilkan kemurnian tinggi
  6. 11. Peraturan Presiden tahun 2018 yang menuntut pengawasan dan penegakan hukum yang ketat terhadap industri yang membuang limbah berbahaya secara ilegal ke Sungai Citarum
  7. 12. Kategori risiko kontaminasi timbal di Pesarean, Tegal, di mana konsentrasi Pb melebihi 5.000 ppm dan menimbulkan risiko toksisitas akut