TEKS ANEKDOT

12345678910111213141516171819
Across
  1. 2. Naik turunnya nada suara ketika menyampaikan lawakan.
  2. 3. Kegiatan merenungkan pesan atau kritik setelah menyaksikan pertunjukan.
  3. 5. Gagasan dasar yang menjadi landasan pengembangan materi lawakan.
  4. 11. Gerakan tubuh yang mendukung penampilan seorang komika.
  5. 13. Gaya bahasa yang menyatakan sesuatu dengan makna berlawanan dari kenyataan.
  6. 14. Nilai tentang baik dan buruk yang dapat dipetik dari materi lawakan.
  7. 15. Sebutan bagi seseorang yang membawakan lawakan tunggal.
  8. 16. Cara menyampaikan ketidaksetujuan secara tidak langsung.
  9. 18. Penghentian bicara sejenak untuk memberikan efek dramatis atau lucu.
  10. 19. Kegiatan mengamati kehidupan sehari-hari untuk menemukan bahan lawakan.
Down
  1. 1. Bagian akhir lelucon yang memberikan kejutan dan memancing tawa.
  2. 4. Gaya humor yang digunakan untuk menyindir atau mengkritik keadaan sosial.
  3. 6. Hal yang berkaitan dengan kehidupan dan persoalan masyarakat.
  4. 7. Bagian awal lelucon yang membangun cerita atau harapan penonton.
  5. 8. Tanggapan terhadap suatu keadaan atau perilaku yang dianggap kurang tepat.
  6. 9. Unsur kelucuan yang digunakan untuk menghibur penonton.
  7. 10. Satu kesatuan materi lawakan yang terdiri atas setup dan punchline.
  8. 12. Perubahan mimik wajah untuk memperkuat penyampaian humor.
  9. 14. Bentuk penyampaian tuturan oleh satu orang di hadapan penonton.
  10. 17. Cerita singkat lucu yang dapat mengandung kritik atau sindiran.