TTS
Across
- 4. adalah setiap isim yang menunjukkan kepada sesuatu yang tertentu yang sudah tertentu.
- 6. adalah morfem terikat yang dilekatkan pada morfem dasar atau akar.
- 7. adalah perubahan nomina, pronominal atau ajektiva yang menunjukkan kategori, kasus, jumlah, atau jenis.
- 9. adalah proses pengimbuhan afiks non-inflektif pada dasr untuk membentuk kata.
- 11. yakni penggabungan dua kata atau lebih menjadi sebuah kata
- 12. hasil penggabungan beberapa morfem menjadi kata yang padat
- 15. yaitu isim yang menunjukan arti laki-laki (baik manusia, binatang, benda-benda mati) atau yang dianggap laki-laki.
- 18. adalah isim musytaq yang menunjukkan kepada perangkat terjadinya fi’il.
- 19. adalah setiap isim yang menunjukkan kepada sesuatu yang belum tertentu.
- 22. adalah isim yang menunjukkan sesuatu dengan isyarat.
- 23. adalah bagian dari tata bahasa yang mempelajari bentuk-bentuk kata dan segala hal proses pembentukannya. Morfologi megindentifikasikan satuan-satuan dasar bahasa sebagai satuan gramatikal.
- 26. adalah satuan gramatikal bebas terkecil.
- 29. adalah perubahan bentuk kata yang menunjukkan berbagai hubungan gramatikal
- 30. ialah isim yang diselesaikan dengan hamzah dan dibacanya panjang sebelum hamzah ada alif zaidah.
- 34. dalam bahasa Arab merupakan kata yang telah ditambahkan afiks baik satu, jenis afiks dua ataupun tiga jenis
- 36. (fi’il yang terdiri dari tiga huruf)
- 37. adalah isim musytaq dari fi’il mabni lil majhul untuk menunjukkan kepada pihak yang dikenai fi’il.
- 38. adalah isim mu’rab yang mana akhirannya berupa alif yang tetap (alif lazimah), baik ditulis dengan bentuk alif (ا) atau dengan bentuk (ي)
- 39. Gabungan dari dua atau lebih disebut dengan
- 40. adalah menggabungkan kata-kata menjadi kata baru
- 41. adalah proses pembentukan kata dari verba
- 44. adalah lafadz yang memiliki arti benda tunggal/satu.
- 45. adalah isim mu’rab yang diakhirnya berupa ya (ي) yang tetap dan sebelumnya adalah huruf yang berharokat kasroh
- 47. yaitu proses pemendekan yang dilakukan dengan cara menggabungkan huruf atau suku kata atau bagi-an lain yang ditulis atau dilafalkan seperti kata yang memenuhi kaidah fonotaktik
- 49. (fi’il yang terdiri dari empat huruf).
- 50. adalah pembentukan kata baru dengan mengurangi jumlah suku katanya.
Down
- 1. adalah tanda bunyi yang dituliskan diatas atau bawah konsonan berpola aktif
- 2. adalah isim yang huruf akhirnya hamzah dan sebelumnya terdapat alif zaidah
- 3. adalah isim yang menunjukkan makna “banyak” dengan mengubah bentuk mufrodnya mengikuti was an-wazan tertentu.
- 5. disebut kaidah atau morfem terikat yang ditambahkan pada akar kata dasar sehingga merubah fungsi dari kata tersebut begitu juga artinya.\
- 8. yaitu isim yang menunjukan arti perempuan (baik manusia, benda-benda mati) atau dianggap perempuan.
- 10. adalah setiap isim yang menunjukkan kepada suatu makna yang tidak berkaitan dengan waktu
- 13. adalah menyebutkan sebagian huruf atau beberapa bagian klausa untuk mewakili kata atau klausa yang lebih panjang.
- 14. adalah pemendekan kata dengan membuang bagian dari kata tersebut untuk membentuk kata baru yang mengandung makna yang sama.
- 16. adalah setiap isim yang tidak diambil dari lafadznya fi’il dan maknanya.
- 17. yaitu perubahan pola verba atas kata atau bentuk tunggal, ganda dan jamak
- 18. adalah isim yang dibuat untuk nama seseorang atau suatu tempat, gelar apapun yang memastikan sosoknya.
- 20. adalah isim musytaq yang menunjukkan tempat terjadinya suatu perbuatan
- 21. Dalam bahasa Arab kata disebut dengan kalimah
- 24. disebut pula akhiran atau imbuhan (morfem terikat) yang dirangkaikan di belahan kata
- 25. adalah setiap isim yang tidak diambil dari selainnya
- 27. yaitu perubahan yang berlaku pada isim mu’rab, bebas dari shighah-shighah tashghir dan syibah-nya.
- 28. adalah bentuk suatu kata atau bahasa yang dapat dipisah-pisahkan menjadi bagian yang lebih kecil, kemudian dapat diceritakan lagi menjadi bagian yang lebih kecil lagi sampai ke bentuk yang jika dipotong lagi tidak mempunyai makna.
- 31. adalah isim ma’rifat mabni yang manunjukkan kepada mutakallim (orang pertama), Mukhatab (orang ke dua ) atau ghaib (orang ketiga)
- 32. dalam Bahasa arab merupakan ucapan yang tidak disertai tanda ism atau tanda fi’Il.
- 33. adalah akarkata yang bergabung dengan afiks.
- 35. adalah isim musytaq yang menunjukkan waktu terjadinya suatu perbuatan.
- 36. adalah lafadz yang memiliki arti benda dua.
- 42. adalah jenis kata yang mengandung makna dasara perbuatan (aksi), proses, atau keadaan yang bukan sifat atau kualitas
- 43. adalah isim yang diambil dari kata selainnya dan menunjukkan kepada sesuatu yang disifati dengan sifat
- 46. adalah isim yang menunjukkan kepada pihak yang melakukan fi’il.
- 48. adalah isim yang berfungsi untuk menghubungkan suatu kalimat.