TTS BBM B
Across
- 3. saraf tambahan penyebab kegagalan anestesi
- 5. Hilangnya kontinuitas tulang secara total atau sebagian
- 6. Penyebab tersering gigi tidak dapat dipertahankan
- 8. Infeksi pada endokard yang dicegah dengan antibiotik profilaksis
- 10. Pemilihan alat dan instrumen sebelum pencabutan
- 14. Tindakan akhir untuk mempertahankan flap pada posisinya
- 15. Jenis flap yang umum digunakan pada eksodonsia terbuka
- 16. Akumulasi pus yang termasuk kontraindikasi relatif
- 18. Penggalian riwayat kesehatan pasien sebelum tindakan
- 20. Cedera yang dapat mengenai jaringan keras maupun lunak
- 22. Cedera periodontal dengan gigi sensitif tanpa kegoyangan
- 23. Golongan anestesi lokal yang mencakup lidocaine
- 24. peningkatan sensitivitas pasca anestesi
- 25. Tulang rahang atas yang harus dilindungi selama tindakan
- 29. Proses yang diharapkan berlangsung normal setelah pencabutan
- 30. Alasan dilakukannya pencabutan gigi
- 32. penumpukan darah akibat trauma pembuluh
- 33. keadaan psikologis yang memengaruhi anestesi
- 35. Perpindahan gigi ke arah selain aksis panjangnya
- 36. Alat berputar yang digunakan saat pembuangan tulang
- 37. Penyatuan akar dengan tulang yang mempersulit pencabutan
- 39. Terapi obat yang memengaruhi proses pembekuan darah
- 44. anestesi lokal yang dapat digunakan tanpa vasokonstriktor karena vasodilatasi minimal
- 46. masuknya larutan ke dalam pembuluh darah
- 48. Alat penghisap yang membantu menjaga lapangan pandang
- 49. Jaringan lunak yang mengelilingi leher gigi
- 50. Terapi pada kanker rahang yang dapat menjadi pertimbangan pencabutan
- 53. Tulang penyangga akar gigi
- 54. Keganasan sel darah putih yang menjadi kontraindikasi sistemik pencabutan
- 58. Prosedur untuk mencegah panas berlebihan selama pemotongan tulang
- 60. Vasokonstriktor yang dihindari pada pasien hipertiroid tertentu
- 62. Struktur anatomi yang perlu diperhatikan pada gigi rahang atas
- 64. Penggalian riwayat penyakit pada pasien trauma
- 68. Orang yang melakukan tindakan pencabutan gigi
- 69. saraf tambahan pada mandibula
- 70. Jenis penyakit jantung yang memerlukan konsultasi sebelum pencabutan
- 73. Keadaan yang menjadi larangan atau pertimbangan pencabutan
- 74. Cedera periodontal dengan peningkatan mobilitas gigi
- 75. Istilah lain untuk tindakan pencabutan gigi
- 76. Pemeriksaan penunjang menggunakan foto rontgen gigi
- 77. Penyakit sistemik yang perlu dikendalikan sebelum pencabutan
- 78. Tulang rahang bawah yang dapat mengalami fraktur saat pencabutan sulit
- 80. posisi pasien yang dianjurkan saat anestesi lokal
- 81. nama foramen yang letaknya dapat bervariasi dan memengaruhi keberhasilan blok saraf
- 82. Pemeriksaan dengan mengetuk gigi untuk melihat respons nyeri
- 83. Pemberian antibiotik untuk mencegah infeksi tertentu
- 84. Kelenjar yang membesar pada kondisi goiter
- 85. Perpindahan gigi ke arah apikal ke dalam soket
- 86. Tonjolan tulang yang dapat mempersulit pencabutan
- 87. Golongan anestesi lokal yang mencakup lidocaine
Down
- 1. peningkatan tekanan darah akibat vasokonstriktor
- 2. Komplikasi pasca operasi yang dapat dicegah dengan penjahitan
- 4. Perpindahan gigi keluar dari soket alveolar
- 7. Prinsip pencabutan dengan kerusakan jaringan seminimal mungkin
- 9. Gigi tertanam yang sering menjadi indikasi pencabutan
- 11. kesulitan membuka mulut
- 12. teknik anestesi dengan deposisi larutan di dekat batang saraf utama
- 13. Jaringan penyangga gigi
- 17. Kondisi mobilitas gigi yang mempermudah pencabutan
- 19. Kelainan darah dengan penurunan kadar hemoglobin yang memerlukan konsultasi sebelum pencabutan
- 21. Salah satu syarat pencabutan gigi ideal untuk mencegah kontaminasi
- 26. vasokonstriktor yang paling sering ditambahkan pada anestesi lokal
- 27. Kelainan pembekuan darah yang meningkatkan risiko perdarahan
- 28. reaksi alergi berat yang dapat mengancam jiwa
- 31. golongan zat adiktif penyebab kegagalan anestesi
- 34. Kondisi fisiologis yang paling aman dilakukan pencabutan pada trimester kedua
- 38. Area wajah dan rongga mulut yang sering mengalami trauma
- 40. Tindakan pembedahan untuk mengeluarkan gigi dari soketnya
- 41. Trauma yang mengenai gigi dan jaringan penyangga
- 42. Pemeriksaan penunjang untuk membantu diagnosis trauma
- 43. Pemisahan bagian gigi untuk mempermudah ekstraksi
- 45. Berkaitan dengan tulang yang mengalami resorpsi progresif
- 47. penyebab perubahan anatomis jaringan
- 51. Lipatan jaringan mukosa yang dibuka pada metode terbuka
- 52. keadaan patologis yang mengurangi efektivitas anestesi
- 55. zat yang penyalahgunaannya memengaruhi respons anestesi
- 56. Penebalan sementum akar yang dapat menjadi indikasi metode terbuka
- 57. Infeksi akut di sekitar mahkota gigi yang sedang erupsi
- 59. efek vasokonstriktor pada jantung
- 61. komplikasi akibat dosis anestesi lokal berlebihan atau injeksi intravaskular
- 63. teknik anestesi dengan deposisi larutan di sekitar ujung saraf terminal
- 65. Bekuan darah yang harus dipertahankan di dalam soket
- 66. kehilangan kesadaran sementara
- 67. Hubungan abnormal antara rongga mulut dan sinus maksilaris
- 71. Peradangan akut pada jaringan pendukung gigi
- 72. bagian miring pada ujung jarum injeksi
- 79. Penyakit sistemik yang bila tidak terkontrol menjadi kontraindikasi relatif