EKONOMI REVISI

1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738
Across
  1. 4. Metode penghitungan indeks harga sederhana dengan menjumlahkan harga pada tahun tertentu secara langsung
  2. 6. Kecenderungan kenaikan harga-harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus dalam jangka panjang
  3. 11. Fenomena penurunan tingkat harga umum secara terus-menerus yang dibarengi lesunya aktivitas ekonomi
  4. 12. Harga atau biaya penggunaan uang yang dipinjamkan dalam jangka waktu tertentu
  5. 13. Indeks harga yang mencakup seluruh kelompok komoditas barang dan jasa secara komprehensif
  6. 14. Kategori inflasi di mana laju kenaikan harga masih berada di bawah angka sepuluh persen per tahun
  7. 17. Indeks harga yang dihitung tanpa menggunakan faktor penimbang atau bobot tertentu
  8. 20. Statistik yang mencerminkan perubahan harga dari waktu ke waktu untuk kelompok barang tertentu
  9. 22. Sistem pertukaran barang dengan barang tanpa perantara uang pada masa lampau
  10. 23. Rumus indeks harga tertimbang menggunakan kuantitas tahun dasar sebagai penimbang
  11. 24. Kondisi inflasi dengan tingkat kenaikan harga berkisar antara sepuluh hingga tiga puluh persen per tahun
  12. 25. Jenis inflasi yang timbul akibat kenaikan biaya produksi seperti lonjakan harga bahan baku atau upah
  13. 26. Keadaan ekonomi lesu di mana pertumbuhan ekonomi lambat tetapi tingkat inflasi tetap tinggi
  14. 27. Indeks Harga Konsumen yang mengukur harga rata-rata barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga
  15. 28. Indeks yang mengukur perubahan harga rata-rata yang diterima oleh produsen pada tingkat grosir
  16. 30. Teori permintaan uang yang memfokuskan pada bagian pendapatan yang dipegang sebagai kas tunai
  17. 31. Inflasi yang terjadi akibat kelebihan permintaan agregat masyarakat melebihi kapasitas produksi nasional
  18. 33. Sistem moneter di mana emas dan perak sama-sama dijadikan standar uang dengan perbandingan resmi
  19. 34. Model ekonomi kuantitas uang yang menyatakan jumlah uang beredar berbanding lurus dengan tingkat harga
  20. 35. Kondisi inflasi yang sangat parah di mana tingkat kenaikan harga melaju di atas 50 persen per bulan
  21. 36. Mengukur perkembangan harga rata-rata barang-barang perdagangan besar di tingkat produsen primer
  22. 37. Kebijakan pemerintah menurunkan nilai mata uang sendiri terhadap mata uang asing
  23. 38. Permintaan uang tunai untuk menghadapi situasi darurat atau kebutuhan tak terduga di masa depan
Down
  1. 1. Permintaan uang untuk tujuan memperoleh keuntungan dari fluktuasi harga surat berharga atau aset
  2. 2. Kebutuhan masyarakat akan uang tunai guna membiayai kegiatan konsumsi sehari-hari
  3. 3. Kondisi fiskal ketika pengeluaran negara melebihi pendapatan yang memicu potensi inflasi
  4. 5. Medium pertukaran resmi yang terbuat dari bahan kertas dengan nilai nominal tertentu
  5. 7. Uang berupa logam mulia seperti emas atau perak yang nilainya intrinsik sama dengan nilai nominalnya
  6. 8. Angka penimbang yang digunakan sebagai dasar penghitungan dalam rumus indeks harga agregatif
  7. 9. Istilah umum untuk alat tukar konvensional berwujud nyata yang diterima secara umum dalam masyarakat
  8. 10. Keseluruhan jumlah uang tunai yang ingin dipegang oleh masyarakat pada berbagai tingkat suku bunga
  9. 15. Alat pembayaran sah berupa lembaran kertas yang diterbitkan oleh bank sentral negara
  10. 16. Total jumlah uang beredar di dalam perekonomian yang dikendalikan oleh otoritas moneter
  11. 17. Rumus indeks harga tertimbang yang menggunakan kuantitas tahun berjalan sebagai penimbang
  12. 18. Kebijakan menaikkan kembali nilai tukar mata uang domestik terhadap mata uang asing
  13. 19. Kondisi perekonomian yang stabil ditandai dengan tingkat harga yang terkendali dan inflasi rendah
  14. 20. Kategori inflasi dengan laju kenaikan harga berada di kisaran tiga puluh hingga seratus persen
  15. 21. Rumus indeks harga gabungan yang menggabungkan kuantitas tahun dasar dan tahun berjalan
  16. 29. Sistem standar moneter internasional di mana nilai mata uang dijamin dengan cadangan emas murni
  17. 32. Alat pembayaran berupa saldo simpanan di bank yang dapat dipindahbukukan melalui cek atau bilyet giro