Kuis K4 2025 - Type B

123456789101112131415
Across
  1. 2. Salah satu prioritas utama dalam penanganan limbah yang masih dapat digunakan yang berada di urutan ketiga setelah eliminasi dan penurunan jumlah
  2. 5. Kandungan bahan pencemar yang harus dihilangkan dari limbah gas, yang dapat dikendalikan menggunakan Incinerator, Flare, atau Catalytic Converter
  3. 6. Pengukuran batas aman paparan zat kimia di tempat kerja untuk rata-rata tertimbang waktu kerja normal 8 jam sehari dan 40 jam seminggu (singkatan)
  4. 9. Salah satu cara yang diusulkan pemerintah untuk mengurangi kemacetan dan emisi di Jakarta dengan membatasi kendaraan berpelat genap atau ganjil pada tanggal tertentu
  5. 11. Proses penanganan limbah padat di mana limbah dimasukkan ke dalam lubang, dipadatkan, dan ditutup tanah, untuk menghindari kontak dengan manusia
  6. 14. Metode pengolahan limbah cair tersier yang bertujuan untuk membunuh atau mengurangi mikroorganisme patogen, seperti penambahan klorin atau penyinaran UV
  7. 15. Dosis suatu zat yang menyebabkan kematian pada 50% populasi uji (singkatan)
Down
  1. 1. Jenis limbah yang dihasilkan rumah sakit yang mengalami peningkatan signifikan (+491 kg dalam satu bulan) akibat lonjakan pasien selama pandemi COVID-19
  2. 3. Dampak sosial ekonomi yang terjadi pada petani dan nelayan di sekitar Sungai Citarum akibat tercemarnya lahan pertanian dan berkurangnya populasi ikan
  3. 4. Kelompok risiko kesehatan berdasarkan FMEA pada penambangan nikel dengan nilai RPN ≥201 dan ≤ 400 yang memerlukan pengendalian teknik dan pemantauan segera
  4. 7. Salah satu dari tiga metode pengolahan sekunder limbah cair yang menggunakan bakteri aerob yang melekat pada media kasar
  5. 8. Salah satu penyebab utama polusi udara industri, berupa fase gas dari zat cair/padat pada suhu kamar, contohnya uap bensin atau benzena
  6. 10. Tindakan remediasi yang harus dipasangkan dengan program alih profesi untuk penduduk Pesarean agar mereka tidak kembali ke praktik peleburan timbal informal
  7. 12. Proses utama yang digunakan dalam penanganan limbah katalis nikel bekas yang bertujuan melarutkan nikel oksida menggunakan asam kuat seperti H2SO4 atau HNO3
  8. 13. Organ target yang diserang oleh toksikan seperti CCl4 yang menyebabkan kerusakan parah