Across
- 2. biasanya dapat berfungsi sebagai subjek atau objek dari klausa
- 4. bagian klausa yang menandai apa yang dikatakan oleh pembicara; pokok kalimat
- 7. afiks tunggal yang terjadi dari dua unsur yang terpisah (misalnya ke-...-an dalam kemerdekaan)
- 9. kata yang dipakai untuk mengganti orang atau benda
- 11. gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikatif (misalnya gunung tinggi disebut frasa karena merupakan konstruksi nonpredikatif);
- 13. kata (atau frasa) yang menunjukkan bilangan atau kuantitas
- 16. kata yang biasa terdapat di depan nomina
- 18. kata atau frasa yang secara gramatikal melengkapi kata atau frasa lain; pelengkap
- 20. kelas kata yang dalam bahasa Indonesia ditandai oleh tidak dapatnya bergabung dengan kata tidak, biasanya dapat berfungsi sebagai subjek atau objek dari klausa
Down
- 1. imbuhan yang ditambahkan pada bagian awal sebuah kata dasar atau bentuk dasar; awalan: ”ber-“ adalah -- yang paling produktif dalam bahasa Indonesia
- 3. kata yang menerangkan nomina (kata benda) dan secara umum dapat bergabung dengan kata lebih dan sangat
- 5. satuan gramatikal yang berupa kelompok kata, sekurang-kurangnya terdiri atas subjek dan predikat dan berpotensi menjadi kalimat;
- 6. kata atau ungkapan penghubung antarkata, antarfrasa, antarklausa, dan antarkalimat
- 8. satuan bahasa yang dapat berdiri sendiri, terjadi dari morfem tunggal (misalnya batu, rumah, datang) atau gabungan morfem (misalnya pejuang, pancasila, mahakuasa)
- 10. bentuk terikat yang apabila ditambahkan pada kata dasar atau bentuk dasar akan mengubah makna gramatikal (seperti prefiks, infiks, konfiks, atau sufiks)
- 12. afiks yang ditambahkan pada bagian belakang kata dasar, misalnya -an, -kan, dan -i; akhiran
- 14. satuan bentuk bahasa terkecil yang mempunyai makna secara relatif stabil dan tidak dapat dibagi atas bagian bermakna yang lebih kecil;
- 15. verba yang menghubungkan subjek dengan komplemen (seperti be, seem, become dalam bahasa Inggris)
- 17. bagian kalimat yang menandai apa yang dikatakan oleh pembicara tentang subjek; sebutan (dalam kalimat)
- 19. morfem yang disisipkan di tengah kata; sisipan: kata “gemetar” berasal dari “getar” dan mendapat sisipan ”-em-“
