Pengembangan wilayah

12345678910111213141516171819
Across
  1. 1. Indikator keberhasilan pengembangan wilayah yang mengukur pencapaian kolektif dalam aspek harapan hidup, pengetahuan, dan standar hidup layak.
  2. 2. Proses perubahan struktur ekonomi wilayah dari yang didominasi sektor primer (pertanian) bergeser ke sektor sekunder dan tersier.
  3. 5. Konsep Christaller yang menjelaskan bagaimana pemukiman berfungsi sebagai penyedia jasa bagi wilayah belakangnya berdasarkan range dan threshold.
  4. 7. Dampak positif dari pusat pertumbuhan yang menyebar ke wilayah sekitarnya, seperti perluasan kesempatan kerja dan transfer teknologi.
  5. 12. Fenomena ketika pembangunan di pusat pertumbuhan justru menyedot sumber daya manusia produktif dan modal dari wilayah pinggiran, sehingga memperlebar ketimpangan.
  6. 15. Teori yang menyatakan bahwa pembangunan tidak terjadi di semua tempat secara serentak, melainkan muncul di tempat-tempat tertentu dengan intensitas yang berbeda.
  7. 17. Ketidakseimbangan pembangunan antarwilayah yang dipicu oleh perbedaan potensi sumber daya alam dan konsentrasi investasi.
  8. 18. Konsep ruang geografis yang memiliki batas-batas administratif jelas dan ditentukan berdasarkan kriteria fungsional atau homogenitas tertentu.
  9. 19. Wilayah yang dicirikan oleh adanya aliran barang, ide, atau manusia yang terpusat pada satu titik simpul (node) utama.
Down
  1. 1. Aspek non-fisik yang sangat krusial dalam pengembangan wilayah, mencakup regulasi, modal sosial, dan kesiapan birokrasi.
  2. 3. Wilayah pembangunan yang direncanakan secara khusus untuk memulihkan ekonomi daerah yang tertinggal atau mengalami depresi.
  3. 4. Pendekatan pembangunan wilayah yang tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga daya dukung lingkungan demi generasi mendatang.
  4. 6. Strategi pengembangan wilayah dengan membangun kota-kota baru berukuran sedang di sekitar kota metropolitan untuk memecah kepadatan penduduk.
  5. 8. Kebijakan penataan ruang yang membagi wilayah berdasarkan fungsi utamanya, yaitu fungsi lindung dan fungsi budidaya.
  6. 9. Kota atau wilayah metropolitan raksasa yang terbentuk dari penyatuan beberapa kota besar akibat ekspansi fisik yang tidak terkendali (urban sprawl).
  7. 10. Kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup, mencakup sumber daya alam dan buatan.
  8. 11. Wilayah yang memiliki kesamaan karakteristik fisik (seperti iklim atau topografi) atau karakteristik sosial (seperti bahasa atau mata pencaharian).
  9. 13. Teori lokasi industri yang menekankan pada pemilihan lokasi dengan biaya transportasi minimal untuk bahan baku dan hasil produksi.
  10. 14. Kemampuan suatu wilayah untuk menampung aktivitas manusia dan pembangunan tanpa menimbulkan kerusakan lingkungan yang ireversibel (tidak bisa pulih).
  11. 16. Dokumen rencana tata ruang tingkat kabupaten/kota yang menjadi acuan legal dalam pemanfaatan ruang dan perizinan pembangunan.