POSKOLONIAL

1234567891011121314151617181920212223242526272829
Across
  1. 6. Upaya aktif pembongkaran, pembebasan, dan pemulihan struktur berpikir serta kebudayaan dari pengaruh sisa-sisa penjajahan.
  2. 9. Cara pandang yang menilai budaya lain berdasarkan standar dan nilai budaya sendiri.
  3. 10. Praktik perluasan kekuasaan dan dominasi atas suatu wilayah dan penduduknya.
  4. 12. Tokoh kunci poskolonial yang menulis buku 'Orientalisme'.
  5. 13. Proses membongkar struktur narasi dan bias kekuasaan tersembunyi di balik sebuah karya.
  6. 14. Gaya arsitektur dan dekoratif geometris era kolonial akhir Belanda.
  7. 17. Organisasi seniman modern Indonesia bentukan Sudjojono yang menjadi motor perlawanan estetika terhadap kemapanan Mooi Indie.
  8. 18. Penulis buku 'The Wretched of the Earth' yang mengkaji psikologi kolonial.
  9. 22. Dominasi satu kelompok atau ideologi atas yang lain, seringkali melalui kepatuhan daripada paksaan.
  10. 23. Proses pengaburan realitas ketimpangan ekonomi dan sosial di balik visualisasi keindahan alam serta romantisasi kemiskinan.
  11. 25. Pencetus teori mimikri dan hibriditas dalam poskolonialisme.
  12. 27. Bapak Seni Rupa Modern Indonesia yang mengkritik pelukis Mooi Indie.
  13. 28. Aliran seni lukis Indonesia awal abad 20 yang memoles realitas kolonial secara romantis dan tanpa konflik.
  14. 29. Konsep Edward Said tentang cara pandang Barat yang bias, eksotik, dan inferior terhadap dunia Timur.
Down
  1. 1. Tokoh feminis poskolonial yang mengkaji subaltern.
  2. 2. Slogan kampanye pariwisata modern Indonesia yang dinilai masih mereplikasi estetika Mooi Indie.
  3. 3. Kecenderungan menilai dunia dan kebudayaan non-Barat berdasarkan standar, sejarah, dan nilai-nilai peradaban Eropa.
  4. 4. Proses mengisolasi dan mendewakan elemen visual atau budaya timur tertentu sekadar sebagai komoditas eksotis yang dangkal.
  5. 5. Kemampuan dan kapasitas seseorang atau kelompok marjinal untuk bertindak, bersuara, dan menentukan nasibnya sendiri.
  6. 7. Konsep percampuran budaya (hibriditas) antara gaya hidup Eropa dan lokal pada era Hindia Belanda, sering tampak pada gaya busana dan arsitektur.
  7. 8. Fluktuasi antara ketertarikan dan penolakan dalam relasi psikologis antara penjajah dan yang dijajah menurut Bhabha.
  8. 9. Proses perampasan tanah atau kekayaan dari penduduk asli oleh penjajah.
  9. 11. Istilah bahasa Inggris untuk "tatapan Barat" yang mengeksotiskan masyarakat lokal sebagai objek tontonan.
  10. 15. Konsep Homi Bhabha tentang peniruan identitas/budaya penjajah oleh kaum terjajah.
  11. 16. Istilah psikologis Frantz Fanon tentang perasaan rendah diri masyarakat terjajah.
  12. 19. Konsep filosofis tentang pengkonstruksian identitas kelompok luar sebagai entitas yang mutlak berbeda dan inferior untuk menegaskan superioritas diri.
  13. 20. Sistem di mana negara kuat memperluas pengaruhnya melalui kekuatan militer, diplomasi, atau ekonomi.
  14. 21. Sistem representasi, bahasa, dan pengetahuan yang memproduksi kebenaran sepihak untuk melanggengkan dominasi kuasa menurut Foucault.
  15. 24. Kelompok paling tertindas dan marjinal menurut Gayatri Spivak yang suaranya sering kali dibungkam.
  16. 26. Kondisi campuran budaya akibat kolonialisme, menghasilkan identitas yang ambivalen.