RMO IMO Prep TTS Part 2 - 2024

1234567891011121314151617181920212223242526
Across
  1. 2. Kondisi di mana pembuluh darah vena gagal mengembalikan darah ke jantung secara efisien, sering kali disebabkan oleh katup vena yang rusak, yang dapat menyebabkan varises, edema, dan ulkus vena.
  2. 7. Infeksi bakteri pada jaringan di sekitar amandel yang menyebabkan pembentukan abses, dengan gejala utama berupa nyeri tenggorokan yang parah, kesulitan menelan, demam, dan pembengkakan pada leher.
  3. 8. Tumor atau kanker yang berasal dari sel-sel dalam sistem pernapasan, termasuk kanker paru, mesothelioma, dan kanker laring, yang dapat menyebabkan gejala seperti batuk kronis, hemoptisis, nyeri dada, dan penurunan berat badan.
  4. 9. Infeksi atau inflamasi pada amandel, sering kali disebabkan oleh virus atau bakteri, dengan gejala utama berupa nyeri tenggorokan, demam, kesulitan menelan, dan pembengkakan kelenjar getah bening di leher.
  5. 12. Inflamasi pada trakea, biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus, dengan gejala utama berupa batuk yang parah, nyeri dada, dan dispnea.
  6. 13. Penyakit paru obstruktif kronik yang ditandai oleh kerusakan alveoli, yang menyebabkan kesulitan bernapas, penurunan elastisitas paru, dan hiperinflasi paru, sering kali terkait dengan merokok jangka panjang.
  7. 17. Pelebaran permanen dan kerusakan pada bronkus akibat infeksi atau kondisi inflamasi kronis, ditandai dengan batuk kronis yang menghasilkan sputum purulen, hemoptisis, dan infeksi saluran pernapasan berulang.
  8. 20. Pengumpulan pus dalam jaringan paru akibat infeksi bakteri, sering kali sekunder terhadap pneumonia aspirasi, dengan gejala utama berupa batuk produktif dengan sputum purulen, demam, dan nyeri dada.
  9. 22. Inflamasi pada laring yang dapat disebabkan oleh infeksi, iritasi, atau overuse suara, ditandai dengan suara serak, kehilangan suara, dan nyeri tenggorokan.
  10. 23. Gangguan sirkulasi yang ditandai dengan penyempitan sementara pembuluh darah di jari tangan dan kaki sebagai respons terhadap dingin atau stres, menyebabkan perubahan warna kulit, nyeri, dan kesemutan.
  11. 24. Malformasi struktural pada jantung yang terjadi sejak lahir, yang dapat mempengaruhi aliran darah melalui jantung dan pembuluh darah utama, dengan berbagai manifestasi klinis tergantung pada jenis dan tingkat keparahan kelainan.
  12. 25. Proses pembentukan bekuan darah (trombus) yang dapat berpindah (embolus) melalui aliran darah dan menyumbat pembuluh darah di tempat lain, sering kali menyebabkan komplikasi serius seperti stroke atau emboli paru.
  13. 26. Kondisi di mana udara masuk ke dalam rongga pleura, menyebabkan kolaps paru, dengan gejala utama berupa nyeri dada mendadak, dispnea, dan hilangnya suara napas pada sisi yang terkena.
Down
  1. 1. Pengumpulan cairan berlebih dalam rongga pleura, yang dapat disebabkan oleh berbagai kondisi seperti gagal jantung, infeksi, atau kanker, dengan gejala utama berupa dispnea, nyeri dada, dan batuk.
  2. 3. Infeksi pada lapisan dalam jantung (endokardium), terutama pada katup jantung, yang dapat disebabkan oleh bakteri atau jamur, dengan gejala utama berupa demam, murmur jantung baru, dan gejala emboli.
  3. 4. Inflamasi pada pembuluh limfatik, sering kali akibat infeksi bakteri, yang ditandai dengan garis merah yang menyakitkan di sepanjang pembuluh limfatik yang terkena, demam, dan pembengkakan kelenjar getah bening.
  4. 5. Pembentukan bekuan darah di arteri, yang dapat menghambat aliran darah ke jaringan distal, menyebabkan iskemia akut, dan berisiko menyebabkan serangan jantung, stroke, atau gangren.
  5. 6. Infeksi virus pada saluran pernapasan atas yang menyebabkan pembengkakan di bawah pita suara, menghasilkan suara batuk yang keras dan menggonggong serta stridor inspiratorik, umumnya pada anak-anak.
  6. 10. Pembuluh darah vena yang melebar dan berkelok-kelok akibat insufisiensi vena, biasanya terjadi di tungkai bawah, dengan gejala utama berupa nyeri, bengkak, dan rasa berat pada kaki.
  7. 11. Kondisi medis darurat di mana lapisan dalam dinding aorta robek, menyebabkan aliran darah masuk di antara lapisan dinding aorta, yang dapat menyebabkan pecahnya aorta dan perdarahan hebat.
  8. 14. Penyumbatan vena oleh embolus yang bisa berupa bekuan darah, lemak, udara, atau bahan lainnya, yang dapat mengganggu aliran darah dan menyebabkan komplikasi serius tergantung pada lokasi penyumbatan.
  9. 15. Hambatan aliran darah kembali ke jantung melalui vena, yang dapat disebabkan oleh berbagai kondisi seperti trombosis vena, kompresi ekstrinsik, atau gagal jantung, menyebabkan edema dan peningkatan tekanan vena.
  10. 16. Penyakit inflamasi yang disebabkan oleh respon imun terhadap infeksi Streptococcus pyogenes, yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada katup jantung, terutama pada anak-anak dan remaja.
  11. 17. Blokade cabang berkas, yaitu gangguan pada jalur listrik di jantung yang dapat menyebabkan perubahan pada EKG dan gejala seperti palpitasi, pusing, atau sinkop, tergantung pada jenis dan lokasi blokade.
  12. 18. Pembentukan bekuan darah di vena dalam, biasanya di tungkai bawah, yang dapat menyebabkan nyeri, bengkak, dan meningkatkan risiko emboli paru jika bekuan berpindah ke paru-paru.
  13. 19. Gangguan pada salah satu atau lebih katup jantung, yang dapat berupa stenosis (penyempitan) atau insufisiensi (kebocoran), menyebabkan gangguan aliran darah dan dapat memerlukan intervensi bedah.
  14. 21. Inflamasi pada faring, biasanya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, dengan gejala utama berupa nyeri tenggorokan, demam, dan pembengkakan kelenjar getah bening di leher.