Across
- 1. – Gerakan yang mengakhiri Orde Baru
- 4. – Cara perjuangan nonmiliter
- 9. – Perjuangan besar mempertahankan kemerdekaan
- 10. – Rezim setelah Demokrasi Terpimpin
- 12. – Agenda demokrasi besar pada era Liberal
- 16. – Bentuk negara awal setelah KMB
- 17. – Lembaga negara era Terpimpin
- 19. – Pemimpin utama Orde Baru
- 20. – Asas tunggal pada Orde Baru
- 24. – Negara yang diproklamasikan tahun empat lima
- 25. – Sistem yang berubah dari Liberal ke Terpimpin
- 26. – Penyebab sering jatuhnya kabinet
- 27. – Keputusan presiden yang mengakhiri Demokrasi Liberal
- 31. – Surat perintah kepada Soeharto
- 34. – Taktik perang mempertahankan kemerdekaan
- 35. – Masalah politik pada era Liberal
- 37. – Wilayah yang diperjuangkan masa awal Orde Baru
- 38. – Wakil presiden pejuang diplomasi
- 39. – Tujuan utama pemerintahan Orde Baru
- 41. – Fokus utama kebijakan Orde Baru
- 42. – Militer berperan ganda
- 43. – Pejuang bangsa
- 44. – Konsep penyatuan tiga kekuatan
- 47. – Aksi rakyat mempertahankan kemerdekaan
- 48. – Lembaga penasihat presiden
Down
- 2. – Operasi pembebasan Irian Barat
- 3. – Lembaga politik yang sering berganti kabinet
- 5. – Cara mencari penyelesaian damai
- 6. – Perjanjian gencatan senjata Indonesia Belanda
- 7. – Pejabat hubungan luar negeri
- 8. – Kekuatan politik pendukung pemerintah Orde Baru
- 11. – Perjanjian awal pengakuan wilayah RI
- 13. – Sistem demokrasi setelah dekrit
- 14. – Pemerintahan yang tidak stabil era Liberal
- 15. – Tanda resmi kemerdekaan Indonesia
- 18. – Presiden pertama RI
- 21. – Kebijakan awal Orde Baru
- 22. – Tentara resmi Republik
- 23. – Partai berpengaruh pada era Terpimpin
- 24. – Bentuk negara federal awal
- 26. – Pembahas UUD baru
- 28. – Konstitusi pada masa Demokrasi Liberal
- 29. – Sifat umum perjuangan kemerdekaan
- 30. – Wakil Indonesia dalam perundingan
- 32. – Tujuan perjuangan mempertahankan kemerdekaan
- 33. – Doktrin politik utama era Terpimpin
- 36. – Aksi militer memperkuat diplomasi
- 40. – Perundingan yang menghasilkan pengakuan kedaulatan
- 45. – Penengah dalam konflik Indonesia Belanda
- 46. – Ibu kota darurat saat agresi Belanda
