Across
- 3. Hubungan antartulang yang memungkinkan terjadinya gerakan secara bebas (sendi gerak).
- 5. Kelompok rangka pelengkap atau anggota gerak tubuh (meliputi gelang bahu, tulang tangan, gelang panggul, dan tulang kaki).
- 7. Sel multinuklear yang berfungsi merombak, menyerap, atau menghancurkan matriks tulang yang tua/rusak.
- 9. Serabut silindris panjang di dalam sel otot yang mengandung protein kontraktil (filamen aktin dan miosin).
- 11. Unit fungsional terkecil dari kontraksi otot yang dibatasi oleh dua garis Z.
- 12. Sel-sel tulang dewasa yang terperangkap di dalam lakuna pada matriks tulang keras.
- 13. Sinovial Cairan pelumas pelindung yang mengisi rongga sendi untuk mengurangi gesekan antartulang saat bergerak.
- 14. Sel-sel pembentuk jaringan tulang rawan (kartilago) yang mensekresikan matriks ekstraseluler.
- 15. Hubungan antartulang yang mati atau tidak dapat digerakkan sama sekali (contoh: sutura pada tengkorak).
- 17. Bagian batang (tengah) dari struktur tulang panjang yang memiliki rongga sumsum tulang.
- 18. Jaringan ikat pita tebal yang menghubungkan tulang dengan tulang pada daerah persendian untuk menjaga stabilitas.
- 21. Hubungan antartulang yang hanya memungkinkan terjadinya sedikit gerakan (contoh: persendian antarruas tulang belakang).
- 23. Tulang keras (tulang sejati) yang tersusun atas matriks yang padat dan kaya akan kalsium serta fosfat.
- 24. Kelainan tulang belakang yang melengkung secara tidak normal ke arah samping (membentuk huruf S atau C).
- 25. Sel spesifik yang berfungsi membentuk dan membangun matriks jaringan tulang baru.
Down
- 1. Bagian ujung tulang panjang yang membesar dan berbatasan langsung dengan persendian.
- 2. Membran jaringan ikat fibrosa yang melapisi bagian luar tulang keras; berfungsi untuk nutrisi dan pertumbuhan diameter tulang.
- 3. Proses pembentukan dan pengerasan tulang dari jaringan tulang rawan menjadi tulang keras.
- 4. Kerja dua otot atau lebih yang saling berlawanan (contoh: kerja otot bisep dan trisep saat membengkokkan dan meluruskan lengan).
- 6. Istilah medis untuk kondisi patah atau retaknya tulang akibat benturan/trauma mekanis.
- 8. Gangguan kejang otot secara terus-menerus yang disebabkan oleh infeksi bakteri Clostridium tetani.
- 10. Kondisi pengeroposan tulang akibat kerapuhan dan penurunan kepadatan massa tulang secara drastis.
- 11. Kerja dua otot atau lebih yang saling mendukung atau searah (contoh: otot pronator teres dan pronator kuadratus saat menelungkupkan telapak tangan).
- 12. Kelainan tulang belakang bagian dada (toraks) yang membungkuk secara berlebihan ke arah belakang.
- 16. Neurotransmiter (zat kimia pengantar) yang dilepaskan oleh saraf untuk memicu rangsangan kontraksi pada sel otot.
- 19. Protein filamen tipis yang berperan dalam mekanisme kontraksi dan relaksasi sel otot.
- 20. Kelainan tulang belakang bagian pinggang (lumbal) yang melengkung secara berlebihan ke arah depan.
- 21. Kelompok rangka pembentuk sumbu utama tubuh (meliputi tengkorak, tulang belakang, tulang dada, dan tulang rusuk).
- 22. Protein filamen tebal yang berinteraksi dengan aktin membentuk jembatan silang (cross-bridge) saat kontraksi otot.
- 23. Jaringan ikat fibrosa yang menghubungkan bagian ujung otot rangka ke tulang.
