TTS ASESMEN II #ONTOLOGI DAN EPISTEMOLOGI

12345678910111213141516171819202122232425262728293031323334
Across
  1. 5. Sesuatu yg dimulai dengan rasa ingin tahu dan ragu-ragu
  2. 9. Cara atau prosedur sistematis untuk memperoleh pengetahuan.
  3. 13. Kebenaran yang menjadi karakter peradaban modern, yaitu sesuatu yg benar adalah yg factual, yang eksis, terukur.
  4. 14. Kebenaran………… adalah kebenaran yang ingin dicapai oleh peradaban sebelum modern, baik barat kuno, islam dan barat era pertengahan. yaitu kebenaran tidak mesti sesuatu yg positivistic dan factual, tidak hanya eksistensi tatapi mengutamakan esensi.
  5. 16. Salah satu ciri berpikir filosofis; Karakter berpikir yang tidak berhenti di permukaan, tapi berusaha menggali alasan-alasan yang tersembunyi; seperti merenung lebih jauh mengapa sepatu pink itu ada di sana, sebelum membuat kesimpulan.
  6. 17. Pandangan dalam filsafat yang menilai kebenaran berdasarkan manfaat praktisnya atau kegunaannya
  7. 18. Prinsip universal yang ditemukan melalui pengamatan dan rasionalisasi ilmiah.
  8. 20. Salah satu ciri berpikir filosofis; Upaya berpikir terbuka terhadap berbagai kemungkinan, termasuk kemungkinan yang belum pasti; contohnya, menyadari bahwa sepatu pink belum tentu milik selingkuhan, bisa jadi hanya titipan atau sekadar keliru taruh.
  9. 21. Pandangan bahwa segala peristiwa ditentukan oleh sebab-sebab sebelumnya.
  10. 22. Filsuf materialis dan empiris, yang percaya bahwa pengetahuan berasal dari pengalaman inderawi.
  11. 23. Filsuf empiris yang percaya bahwa pengetahuan berasal dari pengalaman. Terkenal dengan teori tabula rasa.
  12. 25. Aliran epistemologi yang menekankan pengalaman inderawi sebagai sumber pengetahuan.
  13. 27. Penalaran, Intuisi dan Perasaan adalah sumber pengetahuan yang bersifat ………..
  14. 30. Pandangan bahwa alam semesta bekerja seperti mesin menurut hukum fisika.
  15. 31. Tokoh filsafat yang memberikan pengaruh besar pada filsafat ilmu, khususnya melalui konsep empirisme dan skeptisisme.
  16. 32. Pengetahuan yang diperoleh secara langsung tanpa melalui proses penalaran, dia sumber pengetahuan yang bersifat non-analitis.
  17. 34. Sesuatu disebut benar jika pernyataan sesuai dengan kenyataan (factual, empiris).
Down
  1. 1. Pandangan ontologis yang menyatakan bahwa realitas terdiri dari materi.
  2. 2. pengetahuan yang diperoleh menggunakan metode, sistematika, dan bersifat ilmiah.
  3. 3. Aliran dalam epistemologi yang meyakini bahwa akal adalah sumber utama pengetahuan; kemurnian dan kejernihan akal menjadi pokok utama untuk mendapatkan pengetahuan ttg kebenaran; seperti saat kamu mencoba memahami situasi dengan logika dan tidak langsung percaya pada asumsi berdasarkan penampakan semata.
  4. 4. Cabang filsafat yang membahas hakikat keberadaan atau "yang ada" atau mengenai “apa”.
  5. 6. Pernyataan sementara yang diajukan untuk diuji kebenarannya.
  6. 7. Proses penalaran dari premis umum ke kesimpulan khusus.
  7. 8. Salah satu ciri berpikir filosofis; yaitu Cara berpikir yang mempertimbangkan semua kemungkinan, misalnya tidak langsung menuduh saat melihat sepatu pink di depan pintu kos cowok karena bisa jadi itu milik temannya, saudaranya, atau bahkan ibunya.
  8. 10. Pandangan bahwa segala sesuatu dapat dijelaskan melalui hukum-hukum alamiah.
  9. 11. Informasi atau pemahaman yang diperoleh melalui pengalaman atau pembelajaran.
  10. 12. Hakikat terdalam dari sesuatu yang ada, dibahas dalam ontologi.
  11. 15. Segala sesuatu yang benar-benar ada atau mungkin ada, dan menjadi fokus kajian ontologi.
  12. 17. Pandangan bahwa pengetahuan ilmiah bersifat tidak pasti, melainkan berdasarkan kemungkinan; aku adalah salah satu sifat dari ilmu
  13. 19. Aliran epistemologi yang menekankan akal sebagai sumber utama pengetahuan.
  14. 24. Pengetahuan yang diperoleh sebelum pengalaman, melalui akal.
  15. 26. Cabang filsafat yang mengkaji asal-usul, metode, dan batasan pengetahuan.
  16. 28. Proses penalaran dari fakta-fakta khusus ke kesimpulan umum.
  17. 29. Ukuran kuantitatif dari kemungkinan terjadinya suatu peristiwa.
  18. 33. Dasar pemikiran awal yang digunakan dalam penyusunan kerangka ilmiah.