TTS BIOLOGI

1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738394041424344454647484950515253545556575859606162636465666768697071727374757677787980818283848586878889909192939495969798
Across
  1. 4. Kelainan mata rabun dekat di mana bayangan objek jatuh di belakang lapisan retina.
  2. 9. Sel saraf konektor yang menghubungkan sel saraf sensorik dengan sel saraf motorik.
  3. 12. Neurotransmiter yang mengatur suasana hati, nafsu makan, dan siklus tidur.
  4. 13. Sistem saraf tepi yang bekerja secara otomatis atau tidak disadari di luar kehendak.
  5. 15. Hormon pertumbuhan manusia yang disekresikan oleh kelenjar hipofisis anterior.
  6. 20. Gangguan saraf kronis yang ditandai dengan serangan kejang berulang tanpa alasan jelas.
  7. 21. Sistem kelenjar buntu yang memproduksi hormon langsung ke aliran darah.
  8. 26. Lapisan terluar kulit yang melindungi tubuh dari kerusakan luar.
  9. 27. Kategori pengelompokan sistem saraf yang meliputi organ otak dan medula spinalis.
  10. 28. Kelenjar reproduksi pria yang memproduksi spermatozoa dan hormon testosteron.
  11. 29. Hormon yang mempersiapkan dan menjaga kestabilan dinding rahim selama masa kehamilan.
  12. 30. Gangguan mata tua akibat berkurangnya daya akomodasi lensa sehingga sulit melihat dekat dan jauh.
  13. 31. Sel penunjang non-neuron yang memberikan nutrisi, perlindungan, dan dukungan struktural saraf.
  14. 33. Gangguan penglihatan berupa ketidakmampuan melihat benda jauh dengan jelas atau rabun jauh.
  15. 34. Kondisi peradangan atau inflamasi pada satu atau lebih berkas sel saraf.
  16. 38. Bagian telinga luar yang tersusun dari tulang rawan untuk mengarahkan suara masuk.
  17. 39. Organ utama sistem saraf pusat yang dilindungi oleh tulang tengkorak.
  18. 40. Kondisi penurunan ketajaman penglihatan pada satu mata akibat perkembangan yang tidak normal.
  19. 41. Sensasi rasa dasar yang dideteksi peka oleh bagian tepi samping lidah.
  20. 42. Hormon yang diproduksi kelenjar pineal untuk mengatur siklus tidur dan bangun.
  21. 44. Kelainan pertumbuhan ekstrem ujung tubuh pada orang dewasa akibat kelebihan hormon pertumbuhan.
  22. 46. Lapisan pelindung meninges terluar yang tebal dan keras membungkus otak.
  23. 48. Lapisan terluar bola mata yang berwarna putih, tebal, dan bersifat protektif.
  24. 50. Organ yang berfungsi ganda sebagai kelenjar eksokrin pencernaan dan kelenjar endokrin.
  25. 52. Struktur yang terdiri dari otak tengah, pons, dan medula oblongata.
  26. 53. Bagian sel saraf yang berfungsi menerima rangsangan dari sel lain.
  27. 54. Rasa gurih yang ditangkap oleh reseptor lidah terhadap asam glutamat.
  28. 56. Kelenjar anak ginjal yang memproduksi hormon kortikosteroid dan katekolamin.
  29. 57. Bagian otak depan yang terdiri atas talamus, hipotalamus, dan epitalamus.
  30. 58. Sel fotoreseptor retina yang peka terhadap intensitas cahaya tinggi dan visualisasi warna.
  31. 60. Bagian mata yang transparan dan elastis, berfungsi memfokuskan cahaya tepat ke retina.
  32. 61. Selubung pembungkus akson yang berfungsi melindungi dan mempercepat jalannya impuls.
  33. 64. Lapisan tengah bola mata yang kaya akan pembuluh darah dan pigmen hitam pencegah pantulan.
  34. 65. Istilah medis untuk kerusakan atau disfungsi pada sistem saraf perifer.
  35. 67. Penyakit peradangan yang menyerang selaput pelindung otak dan sumsum tulang belakang.
  36. 68. Sensasi rasa dasar yang dipicu oleh keberadaan ion natrium pada makanan.
  37. 73. Otak kecil yang berfungsi sebagai pusat keseimbangan dan koordinasi gerakan otot.
  38. 74. Titik temu yang menjadi celah komunikasi kimiawi antar-neuron yang saling berdekatan.
  39. 76. Sel saraf penggerak yang membawa perintah dari sistem saraf pusat menuju ke efektor.
  40. 80. Bagian otak yang mengontrol kelenjar hipofisis serta mengatur suhu dan rasa haus.
  41. 82. Otak besar yang menjadi pusat kesadaran, memori, dan kecerdasan.
  42. 87. Kelainan genetik ketidakmampuan membedakan warna tertentu akibat kerusakan sel kerucut.
  43. 88. Hormon androgen utama yang merangsang maskulinitas dan pembentukan sperma.
  44. 91. Struktur luar telinga penangkap gelombang bunyi sebelum masuk saluran.
  45. 92. Hormon yang diproduksi saat tubuh stres atau bahaya untuk meningkatkan denyut jantung.
  46. 93. Saluran penghubung yang meneruskan getaran suara menuju membran timpani.
  47. 94. Hormon steroid korteks adrenal yang mengatur retensi natrium dan ekskresi kalium.
  48. 95. Struktur berbentuk rumah siput pada telinga dalam yang berisi organ korti penerima getaran.
  49. 96. Kelainan pertumbuhan kerdil akibat kekurangan hormon somatotropin pada masa anak-anak.
  50. 97. Organ tubuh manusia yang berfungsi sebagai alat pendengaran sekaligus pengatur keseimbangan.
  51. 98. Zat atau obat yang dapat meningkatkan kewaspadaan dan aktivitas sistem saraf pusat.
Down
  1. 1. Bagian mata berwarna yang berfungsi mengatur jumlah cahaya masuk dengan mengubah ukuran pupil.
  2. 2. Lapisan terdalam meninges yang sangat tipis dan melekat langsung pada permukaan otak.
  3. 3. Sensasi rasa dasar yang umumnya dideteksi paling peka oleh bagian ujung lidah.
  4. 4. Alat indra eksternal yang berfungsi sebagai jalur pernapasan sekaligus pembau.
  5. 5. Bagian tubuh berupa otot atau kelenjar yang memberikan respons akhir terhadap perintah saraf.
  6. 6. Penyakit degeneratif saraf dengan gejala khas berupa tremor gemetar involunter.
  7. 7. Satuan unit fungsional terkecil dari sistem saraf manusia.
  8. 8. Lapisan pelindung meninges bagian tengah yang menyerupai sarang laba-laba.
  9. 10. Saluran yang menghubungkan rongga telinga tengah dengan nasofaring untuk menyeimbangkan tekanan.
  10. 11. Kondisi medis hilangnya kemampuan lidah untuk mengecap rasa sama sekali.
  11. 14. Kelenjar yang memproduksi hormon timosin dan berperan penting dalam sistem imun anak.
  12. 16. Sumsum lanjutan yang menghubungkan otak dengan sumsum tulang belakang.
  13. 17. Bagian saraf pusat yang memanjang di dalam kolom tulang belakang dan mengatur refleks.
  14. 18. Cairan kental seperti jeli yang mengisi ruang utama di belakang lensa mata.
  15. 19. Lapisan terdalam bola mata yang sensitif terhadap cahaya dan tempat pembentukan bayangan.
  16. 22. Kelenjar gondok berbentuk kupu-kupu di leher yang menghasilkan hormon tiroksin.
  17. 23. Penurunan fungsi kognitif dan memori otak yang parah, sering terjadi pada lansia.
  18. 24. Gangguan penglihatan akibat kelengkungan kornea atau lensa yang tidak rata atau silindris.
  19. 25. Kelenjar hipofisis yang dijuluki master of glands karena mengontrol kelenjar hormon lain.
  20. 32. Bagian neuron terbesar yang berisi sitoplasma, inti sel, dan organel selular utama.
  21. 35. Gerakan cepat yang terjadi secara otomatis tanpa disadari sebagai respons terhadap rangsangan.
  22. 36. Bagian akson yang menyempit dan tidak tertutup mielin untuk mempercepat transmisi impuls.
  23. 37. Kelainan mata akibat kekeruhan pada lensa sehingga menghalangi masuknya cahaya.
  24. 43. Hormon pankreas yang bertugas meningkatkan kadar glukosa darah melalui glikogenolisis.
  25. 45. Saraf tepi yang berjumlah 12 pasang dan keluar langsung dari area otak.
  26. 47. Tonjolan-tonjolan kecil pada permukaan lidah yang di dalamnya terdapat kuncup pengecap.
  27. 49. Hormon kelamin wanita yang memicu perkembangan karakteristik seks sekunder.
  28. 51. Bagian tubuh atau sel khusus yang bertugas mendeteksi dan menerima rangsangan dari luar.
  29. 55. Penyakit mata akibat rusaknya saraf optik karena peningkatan tekanan intraokular cairan mata.
  30. 58. Hormon tiroid yang menurunkan kadar kalsium darah dengan menyimpannya di tulang.
  31. 59. Saraf otonom yang bekerja memacu atau mempercepat kerja organ tubuh dalam kondisi darurat.
  32. 62. Tonjolan sitoplasma yang panjang dari badan sel saraf untuk menghantarkan impuls keluar.
  33. 63. Cairan serebrospinal jernih yang berfungsi meredam guncangan mekanis pada otak.
  34. 66. Cairan encer transparan yang mengisi bilik depan lensa mata.
  35. 69. Hormon yang berfungsi menurunkan kadar gula darah dengan mengubah glukosa menjadi glikogen.
  36. 70. Sel fotoreseptor retina yang sangat peka terhadap intensitas cahaya rendah atau remang-remang.
  37. 71. Zat kimia pembawa pesan yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin.
  38. 72. Hormon yang memicu kontraksi dinding rahim saat melahirkan dan pengeluaran ASI.
  39. 75. Penyakit kekakuan otot parah yang disebabkan oleh racun bakteri Clostridium tetani.
  40. 76. Otak tengah yang menjadi pusat stasiun pemancar refleks penglihatan dan pendengaran.
  41. 77. Hormon glukokortikoid utama dari kelenjar adrenal yang dilepaskan saat merespons stres.
  42. 78. Area pada korteks otak besar yang bertanggung jawab atas interpretasi sensorik dari kulit.
  43. 79. Neurotransmiter yang dilepaskan di celah sinapsis untuk merangsang kontraksi otot.
  44. 81. Saraf otonom yang berfungsi menghambat atau memperlambat aktivitas kerja organ tubuh.
  45. 83. Titik temu atau celah antara ujung akson sel saraf satu dengan dendrit sel saraf lain.
  46. 84. Kelenjar anak gondok yang menghasilkan hormon untuk mengendalikan kadar kalsium darah.
  47. 85. Saraf penciuman atau pembau yang menerima rangsangan zat kimia gas di hidung.
  48. 86. Penyakit pembengkakan kelenjar tiroid yang dipicu oleh tubuh kekurangan asupan yodium.
  49. 89. Sel saraf yang membawa impuls dari alat indra ke otak atau sumsum tulang belakang.
  50. 90. Bukaan berbentuk lingkaran di tengah iris tempat masuknya berkas cahaya ke dalam mata.