TTS diferential dan sistem axle shaft

1234567891011121314151617
Across
  1. 2. alat ukur untuk mengukur keolengan ring gear
  2. 6. jenis universal joint yang berusaha menggabungkan tipe hook joint danslip joint, namun hasilnya masih dibawah slip joint sendiri, sehingga jarang digunakan.
  3. 7. Joint komponen axle sahft yang berfungsi Sebagai penstabil posisi kendaraan terutama di jalan-jalan yang ber-gelombang.
  4. 9. Berdasarkan sistem penopangnya Pada type ini wheel hub ter-pasang kokoh pada axle housing melalui dua buah bantalan dan axle shaft hanya berfungsi untuk menggerakkan roda.
  5. 10. komponen difrential yang berbentuk bulat besar
  6. 11. berfungsi sebagai penumpu beban roda atau dudukan roda dan penerus putaran mesin ke roda.
  7. 13. type exle shaft yang biasa di terapkan pada roda belakang mobil
  8. 14. Agar kondisi poros propeller tidak bengkok dan tidak terlalu bergetar maka digunakan sambungan
  9. 16. Kondisi jalan mempengaruhi kerja suspensi dan berakibat pada posisi difrensial selalu berubahubah terhadap trasmisi; untuk mengatasi hal tersebut maka digunakan
  10. 17. Berdasarkan sistem penopangnya axle shaft Pada type ini bantalan dipasang antara axle housing dengan axle shaft dan roda langsung dipasang pada ujung poros.
Down
  1. 1. Untuk memindahkan tenaga mesin dari transmisi ke difrensial digunakan
  2. 3. bagian diferential yang terdiri dari drive pinion dan ring gear, dan berfungsi untuk memperbesar momen dan meru-bah arah putaran sebesar 90º.
  3. 4. komponen diferential sebagai duduakan ring gear dan drive vinion gear
  4. 5. bagian froppler sahft yang Bentuk plat yang dilas titik terhadap poros propeller untuk menghindari gaya sentrifugal
  5. 7. berfungsi sebagai tumpuan antara pada poros propeller yang panjang (3-joint type) untuk mengurangi kemungkinan poros propeller melengkung/ bengkok, untuk meredam bunyi dan getaran pada saat propeller shaft bekerja
  6. 8. type exle sahft sering digunakan pada kendaraan berskala menengah keatas dengan muatan yang besar, juga pada kendaraan yang dirancang untuk medan-medan berat karena mampu menahan beban yang berat.
  7. 9. yang berfungsi sebagai penerus putaran ke roda juga sebagai tempat knuckle agar roda bisa dibelok-belokan.
  8. 12. berfungsi sebagai "pembeda“ antara putaran poros roda kiri dengan poros roda kanan kendaraansaat membelok
  9. 15. Poros penggerak yang menggunakan double bearing termasuk type