Across
- 1. Imax per akar 2
- 3. Vp<Vs
- 8. yang memengaruhi hambatan kawat
- 9. I x sin omega t
- 12. pembatas arus listrik yang masuk
- 14. solenoida yang dilengkungkan
- 15. 1 per omega x C
- 18. N x B x A x omega
- 20. banyaknya muatan listrik per satuan waktu
- 21. putaran kumparan dalam medan magnet menimbulkan perubahan fluks
- 23. perbandingan antara daya keluaran dengan daya masukan
- 25. jika Xl > Xc
- 26. Xl
- 28. k x q per r
- 30. Xl < Xc
- 32. penemu c
- 34. menyederhanakan susunan hambatan
- 35. omega
- 36. gaya yang ditimbulkan oleh muatan listrik
- 38. alat untuk mengubah besarnya tegangan bolak-balik
- 40. Rsh
- 41. -1.6 x 10^-19
- 43. Imasuk = Ikeluar
- 47. s = c x t per 2
- 49. Wb/m^2
- 51. 8,85 x 10^-12
- 53. tan tetha
- 56. R/Z
- 57. arus mendahului tegangan 90 derajat
- 59. Z
- 61. membantu penglihatan
- 62. energi listrik per waktu
Down
- 2. arus ketinggalan 90 derajat
- 3. pemanfaatan inframerah
- 4. W
- 5. muatan yang masih dipengaruhi gaya listrik
- 6. m x v per B x r
- 7. 2 x Imax per phi
- 10. 9 x 10^9
- 11. medan listrik
- 13. kumparan dari kawat yang berdiameter lebih kecil dari panjangnya
- 16. alat untuk mengukur kuat arus listrik
- 17. B x A x cos tetha
- 18. hukum rumus fluks
- 19. ditimbulkan arus listrik
- 22. ibu jari aturan tangan kanan
- 24. kuat arus yang mengalir sebanding dengan beda potensial
- 27. jumlah aljabar GGL dengan perubahan tegangan
- 29. B x l x v x sin tetha
- 31. 4 phi x 10^-7 Wb/Am
- 33. rangkaian dua loop/lebih
- 37. frekuensi terkecil
- 39. timbulnya GGL sebanding dengan perubahan arus tiap detik
- 42. k x q1 x q2 per r^2
- 44. penemu medan magnet
- 45. alat untuk mengukur tegangan
- 46. energi terkecil
- 48. Xl = Xc
- 50. sumber utama UV
- 52. satuan L
- 54. GGL pada ujung-ujung penghantar sebanding dengan laju perubahan fluks
- 55. gelombang radio dengan frekuensi terbesar
- 58. muatan dimana supaya E=0 jika dua muatan sama jenis
- 60. coloumb/volt
