TTS IPAS BAB 6

1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738394041424344454647484950515253
Across
  1. 1. Agen sosialisasi sekunder yang berupa kelompok teman sebaya atau sahabat dekat yang sangat memengaruhi perilaku remaja.
  2. 3. Hukuman, denda, atau imbalan yang diberikan kepada seseorang agar mematuhi aturan dan norma sosial yang berlaku.
  3. 5. Proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan, ide, atau teknologi dari satu individu/kelompok ke kelompok lainnya.
  4. 9. Tindakan penolakan, keengganan, protes tersembunyi, atau penghalangan terhadap pihak lain yang dilakukan secara rahasia.
  5. 11. Institusi sosial formal yang bertugas menyelenggarakan pendidikan, pengajaran, serta pembentukan karakter generasi muda.
  6. 13. Bentuk interaksi disosiatif berupa persaingan sehat antarpihak untuk meraih prestasi, keuntungan, atau kemenangan tanpa kekerasan.
  7. 18. Kemajuan atau arah perubahan sosial yang membawa dampak positif, perbaikan, dan keuntungan bagi kehidupan masyarakat.
  8. 19. Kebiasaan sosial atau tata kelakuan yang bersifat kekal serta menyatu kuat dengan pola perilaku adat masyarakat setempat.
  9. 24. Kondisi pertentangan terbuka atau benturan fisik akibat ketidaksesuaian nilai dan tujuan antar-anggota masyarakat.
  10. 26. Bentuk interaksi asosiatif berupa usaha bersama antara individu atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama yang disepakati.
  11. 27. Institusi sosial yang mengatur tata cara pemenuhan kebutuhan materi, seperti produksi, distribution, dan konsumsi barang atau jasa.
  12. 29. Proses sosialisasi yang terjadi di luar lingkungan keluarga inti, seperti di sekolah, tempat kerja, atau lingkungan bermain.
  13. 31. Pihak yang mengawali, membuat, atau mengirimkan pesan dalam sebuah proses komunikasi.
  14. 34. Penyelesaian sengketa atau konflik sosial melalui jalur pengadilan hukum yang sah secara formal.
  15. 35. Istilah untuk pergerakan, perubahan, pergantian, atau perkembangan yang terjadi di dalam struktur masyarakat dari waktu ke waktu.
  16. 36. Norma yang bersumber dari dalam hati nurani manusia mengenai baik atau buruknya suatu tindakan moral.
  17. 39. Bentuk sosialisasi yang diterima individu pada tahap awal masa kanak-kanak di lingkungan dalam rumah.
  18. 41. Pihak yang menerima, membaca, atau mendengarkan pesan yang disampaikan dalam komunikasi.
  19. 44. Pembauran dua kebudayaan yang berbeda sehingga menghasilkan kebudayaan baru, namun tidak menghilangkan ciri khas kebudayaan asli masing-masing.
  20. 45. Perasaan tertarik yang mendalam kepada orang lain berdasarkan rasa kagum atau iba, namun belum disertai tindakan nyata.
  21. 47. Saluran atau alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada komunikan, seperti telepon atau surat.
  22. 48. Tahapan sosialisasi saat seorang anak kecil mulai pandai meniru peran-peran orang dewasa di sekitarnya saat bermain.
  23. 50. Perubahan sosial yang terjadi secara lambat, bertahap, dan memerlukan kurun waktu yang sangat lama.
  24. 51. Hubungan atau pertemuan awal secara fisik maupun non-fisik yang menjadi syarat utama terjadinya interaksi sosial.
  25. 52. Tindakan meniru perilaku, gaya hidup, penampilan, atau tindakan orang lain secara fisik atau luaran saja.
  26. 53. Hambatan komunikasi yang terjadi karena adanya perbedaan bahasa, dialek, atau perbedaan penafsiran makna kata.
Down
  1. 2. Kemampuan mendalam untuk ikut merasakan penderitaan orang lain dan seolah-olah berada di posisi orang tersebut hingga memicu tindakan nyata.
  2. 4. Pembauran total dua kebudayaan atau lebih yang menghasilkan kebudayaan baru dan menghilangkan ciri khas kebudayaan aslinya.
  3. 5. Proses interaksi sosial yang mengarah pada perpecahan, pertentangan, persaingan, atau konflik di masyarakat.
  4. 6. Perubahan sosial yang tidak direncanakan, tidak dikehendaki, serta terjadi di luar jangkauan pengawasan masyarakat.
  5. 7. Sistem pola perilaku yang terorganisasi dan memiliki struktur untuk memenuhi kebutuhan pokok manusia dalam masyarakat.
  6. 8. Norma sosial yang memiliki sanksi paling tegas, tertulis, dan ditegakkan langsung oleh aparat penegak hukum negara.
  7. 10. Lambang, bunyi, atau alat komunikasi paling utama yang digunakan manusia untuk saling bertukar informasi secara lisan.
  8. 12. Hubungan timbal balik yang dinamis antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok.
  9. 14. Cara berkomunikasi tanpa menggunakan kata-kata, melainkan menggunakan gestur tubuh, ekspresi wajah, atau tatapan mata.
  10. 15. Gagasan, informasi, atau ide yang dialirkan dari pengirim kepada penerima dalam komunikasi.
  11. 16. Kecenderungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama persis atau identik dengan tokoh idolanya.
  12. 17. Institusi sosial yang mengatur sistem kekuasaan, pemerintahan, undang-undang, serta kedaulatan sebuah wilayah negara.
  13. 20. Lembaga atau institusi sosial terkecil yang menjadi tempat pertama kalinya seorang anak mendapatkan sosialisasi.
  14. 21. Proses penyesuaian sosial yang dilakukan untuk meredakan ketegangan, pertentangan, atau konflik antarpihak yang berselisih.
  15. 22. Proses interaksi sosial yang mengarah pada persatuan, integrasi, atau penyatuan anggota masyarakat.
  16. 23. Aturan, pedoman, atau tatacara tidak tertulis yang mengikat warga masyarakat dalam bertingkah laku.
  17. 25. Norma sosial yang mengatur tentang sopan santun, tata krama, dan etiket dalam pergaulan sehari-hari di masyarakat.
  18. 28. Institusi sosial yang khusus mengurus masalah pemeliharaan kesehatan, pengobatan, serta penyembuhan penyakit masyarakat.
  19. 30. Gangguan teknis berupa suara bising, sinyal buruk, atau kegaduhan yang dapat menghambat jalannya proses komunikasi.
  20. 32. Pengaruh psikologis berupa pandangan atau keyakinan yang diberikan seseorang sehingga orang lain mengikutinya tanpa berpikir kritis.
  21. 33. Proses belajar seorang individu untuk mengenal, menghayati, dan menyesuaikan diri dengan nilai, norma, dan peran sosial di masyarakatnya.
  22. 36. Proses penyampaian pesan, ide, atau gagasan dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi kesepahaman.
  23. 37. Sesuatu yang dianggap baik, penting, berharga, dan dicita-citakan oleh kelompok masyarakat.
  24. 38. Institusi sosial yang mengatur tata cara peribadatan, keyakinan, serta hubungan manusia dengan Sang Pencipta.
  25. 40. Agen sosialisasi sekunder berupa alat komunikasi massa seperti televisi, surat kabar, radio, dan internet.
  26. 42. Tanggapan, efek balikan, atau respons yang dikirimkan oleh penerima pesan kembali kepada pengirim pesan.
  27. 43. Cara berkomunikasi dengan menggunakan kata-kata, baik secara lisan (berbicara) maupun tulisan (membaca/menulis).
  28. 46. Perubahan sosial yang terjadi secara cepat, mendasar, dan sering kali mengubah sendi-sendi utama kehidupan masyarakat.
  29. 49. Kemunduran atau arah perubahan sosial yang membawa dampak negatif dan merugikan kehidupan masyarakat.