Across
- 3. – Penggabungan beberapa pengiriman menjadi satu.
- 8. – Pihak yang menyalurkan produk dari produsen.
- 11. – Keseluruhan biaya dalam rantai pasok.
- 14. – Proses pemenuhan pesanan pelanggan.
- 17. – Persediaan barang di gudang.
- 19. – Gudang penyimpanan barang.
- 23. – Kemampuan maksimum produksi atau penyimpanan.
- 24. – Proses bea cukai dalam ekspor-impor.
- 28. – Administrasi terkait alur barang.
- 30. – Model rantai pasok yang cepat menyesuaikan permintaan.
- 31. – Sistem persediaan tepat waktu.
- 32. – Keamanan data dalam sistem SCM digital.
- 33. – Kegiatan mengirim barang.
- 34. – Electronic Data Interchange.
- 37. – Transportasi jarak pendek, biasanya dari pelabuhan.
- 38. – Sistem end-to-end dari pengadaan bahan hingga produk sampai ke pelanggan.
- 40. – Aktivitas operasional rantai pasok.
- 42. – Tahap akhir pengiriman ke pelanggan.
- 43. – Teknologi identifikasi barang dengan gelombang radio.
- 46. – Jumlah barang yang diproses dalam periode waktu tertentu.
- 48. – Ukuran kinerja rantai pasok.
- 51. – Aliran barang keluar dari perusahaan.
- 54. – Stok yang berada dalam perjalanan.
- 55. – Fasilitas untuk konsolidasi dan penyebaran barang.
- 57. – Rantai pasok suhu rendah.
- 61. – Penjadwalan aktivitas bongkar muat di gudang.
- 62. – Teknologi pencatatan terdesentralisasi dalam SCM.
- 63. – Penjual akhir kepada konsumen.
- 64. – Alur barang dari pelanggan kembali ke produsen.
- 67. – Material Requirement Planning.
- 69. – Perencanaan kapasitas produksi.
- 70. – Layanan logistik oleh pihak ketiga (3PL).
- 73. – Proses pengaturan pesanan pelanggan.
- 74. – Pengelolaan armada pengiriman.
- 75. – Aktivitas pembelian dalam rantai pasok.
- 76. – Penentuan rute terbaik.
- 77. – Pelacakan posisi barang.
- 78. – Perencanaan permintaan.
- 79. – Pengaturan suhu dalam logistik dingin.
Down
- 1. – Pengiriman menggunakan kombinasi moda transportasi.
- 2. – Sistem informasi terintegrasi perusahaan.
- 4. – Stok pengaman jika permintaan melonjak.
- 5. – Proses penyaluran barang ke berbagai titik tujuan.
- 6. – Frekuensi perputaran persediaan.
- 7. – Aktivitas penanganan barang di gudang.
- 9. – Pemasok bahan baku.
- 10. – Pengisian ulang stok saat menipis.
- 12. – Kegiatan produksi barang.
- 13. – Proses prediksi permintaan.
- 15. – Pengendalian mutu produk.
- 16. – Stok reguler yang digunakan untuk memenuhi permintaan normal.
- 18. – Upaya mengatur kebutuhan material, produksi, hingga distribusi.
- 20. – Kejadian kehabisan stok.
- 21. – Sistem manajemen gudang.
- 22. – Singkatan dari Supply Chain Management.
- 25. – Siklus lengkap pengadaan sampai produk dikirim.
- 26. – Waktu yang diperlukan dari pesanan sampai barang diterima.
- 27. – Proses pergerakan barang, informasi, dan penyimpanan.
- 29. – Fokus pada efisiensi dalam rantai pasok.
- 35. – Upaya meningkatkan efisiensi rantai pasok.
- 36. – Pesanan tertunda karena stok habis.
- 39. – Aliran nilai dari bahan mentah hingga produk akhir.
- 41. – Proses mencari pemasok terbaik.
- 44. – Aktivitas muat barang.
- 45. – Aliran barang masuk ke perusahaan.
- 47. – Label digital identifikasi produk.
- 49. – Stok berlebih.
- 50. – Model referensi rantai pasok.
- 52. – Sistem penjadwalan visual ala Toyota.
- 53. – Ruang rak untuk menempatkan barang ritel.
- 56. – Kode satuan penyimpanan barang.
- 58. – Perencanaan produksi.
- 59. – Jumlah produk yang dibutuhkan konsumen.
- 60. – Aktivitas bongkar barang.
- 62. – Distorsi permintaan yang meningkat sepanjang rantai pasok.
- 65. – Pemindahan barang dari satu titik ke titik lain.
- 66. – Ongkos atau biaya angkut.
- 68. – Barang yang mudah rusak.
- 71. – Proses pengadaan bahan atau layanan.
- 72. – Pengemasan produk.
