tts sejarah

12345678910111213141516171819202122232425
Across
  1. 4. Partai yang memenangkan pemilu 1997 dan dianggap sebagai single majority.
  2. 6. Sosok yang menggantikan Soeharto sebagai presiden pada 21 Mei 1998.
  3. 8. Penugasan atau peran dalam rekonstruksi politik dan ekonomi.
  4. 11. Kampus tempat gugurnya empat mahasiswa pada peristiwa 12 Mei 1998.
  5. 12. Peran ganda ABRI dalam bidang pertahanan dan sosial politik yang dihapuskan.
  6. 16. Lembaga yang fokus pada pemberantasan korupsi, diperkuat pada masa Reformasi.
  7. 18. Misi PBB yang bertugas mengawal jajak pendapat di Timor Timur.
  8. 19. Jajak pendapat rakyat Timor Timur untuk menentukan status kemerdekaan.
  9. 21. Kondisi ekonomi yang ditandai dengan kenaikan harga barang yang melambung tinggi.
  10. 23. Tujuan reformasi politik untuk mencapai sistem yang lebih demokratis.
  11. 24. Jenis krisis yang melanda Indonesia meliputi aspek politik, ekonomi, dan hukum.
  12. 25. Sistem politik masa Orde Baru di mana kekuasaan terpusat di pemerintah pusat.
Down
  1. 1. Upaya menempatkan hukum pada posisi tertinggi dalam negara.
  2. 2. Praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme yang membudaya pada masa Orde Baru.
  3. 3. Presiden wanita pertama Indonesia yang memutus hubungan kerja dengan IMF.
  4. 5. Kewenangan daerah untuk mengatur urusannya sendiri secara luas.
  5. 7. Salah satu gangguan keamanan yang muncul pada masa pemerintahan pasca-reformasi
  6. 9. Ancaman perpecahan bangsa yang muncul di beberapa daerah pasca-Orde Baru.
  7. 10. Perubahan atau penambahan pada pasal-pasal UUD 1945.
  8. 13. Sebutan untuk kelompok atau rekan dekat penguasa yang mendapat hak istimewa.
  9. 14. Gerakan untuk melakukan perubahan sistem politik dan institusi yang dianggap tidak adil.
  10. 15. Asas pemilihan umum: Langsung, Umum, Bebas, dan Rahasia.
  11. 17. Forum negara kreditor tempat Indonesia melakukan penjadwalan ulang hutang luar negeri.
  12. 20. Maklumat presiden yang dikeluarkan Gus Dur pada 23 Juli 2001 untuk membekukan DPR.
  13. 22. Golongan pelopor yang menduduki gedung DPR/MPR untuk menuntut suksesi kepemimpinan.