tts sosio

1234567891011121314151617181920
Across
  1. 3. Sikap yang menganggap budayanya sendiri paling baik, sering jadi pemicu konflik antar suku.
  2. 6. Keadaan di mana pihak yang bertikai memiliki kekuatan seimbang sehingga konflik berhenti dengan sendirinya.
  3. 7. Proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan yang jika terhambat atau dipaksakan dapat memicu konflik antar kelompok budaya.
  4. 11. Usaha mempertemukan keinginan pihak yang bertikai melalui lembaga tertentu agar mencapai kesepakatan.
  5. 13. Bentuk akomodasi di mana masing-masing pihak mengurangi tuntutannya.
  6. 14. Konflik yang terjadi antara atasan dan bawahan atau pemerintah dan rakyat.
  7. 17. Upaya memulihkan hubungan persahabatan ke keadaan semula setelah terjadi konflik.
  8. 19. Tindakan menyerang secara fisik atau verbal terhadap pihak lain.
  9. 20. Penyelesaian konflik melalui pihak ketiga yang memiliki kewenangan mengambil keputusan mengikat.
Down
  1. 1. Istilah asing untuk prasangka (sikap negatif terhadap kelompok lain sebelum mengenal faktanya).
  2. 2. Penyelesaian konflik dengan bantuan pihak ketiga yang hanya berfungsi sebagai penasihat (tidak memutus).
  3. 4. Kebalikan dari laten; konflik yang sudah terbuka dan disadari oleh masyarakat.
  4. 5. Orang yang sengaja memancing emosi agar terjadi kerusuhan atau konflik.
  5. 7. Pembedaan perlakuan terhadap sesama warga negara berdasarkan warna kulit, golongan, atau agama.
  6. 8. Hubungan timbal balik antara individu atau kelompok yang bisa memicu kerja sama maupun konflik.
  7. 9. Bentuk penyelesaian konflik melalui diskusi langsung antar pihak yang bertikai tanpa pihak ketiga.
  8. 10. Konflik yang terjadi antara individu atau kelompok yang memiliki kedudukan yang sederajat (misal: antar pelajar atau antar warga).
  9. 12. Konflik yang bersifat tersembunyi atau tidak tampak di permukaan.
  10. 15. Kelompok kecil orang yang memiliki kekuasaan besar dalam masyarakat (sering menjadi pemicu konflik vertikal)
  11. 16. Proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda sehingga menjadi satu kesatuan.
  12. 17. Perubahan sosial yang dilakukan dengan kekerasan dan menjalar ke akar-akarnya.
  13. 18. Sifat konflik yang merusak dan merugikan harta benda serta nyawa.