Across
- 3. Pembagian kerja / pekerjaan
- 6. Sekolah sebagai pengangkat status sosial
- 12. Menerima keragaman budaya
- 14. Sikap negatif sebelum tahu fakta
- 15. Sistem pelapisankaku/tertutup
- 17. Perpindahan status ke arah bawah
- 18. Peran sosial pria dan wanita
- 20. Perpindahan lokasi / wilayah
- 22. Rasa iri antar kelas sosial
- 23. Pengelompokan sosial secara sederajat
- 26. Kelompok manusia berdasar ciri fisik
- 27. Pelapisan campuran kasta & ekonomi
- 28. Sarana / wadah terjadinya mobilitas
- 30. Kondisi tidak setaranya sumber daya
- 33. Perpindahan status ke arah atas
- 34. Perilaku sesuai status sosial
- 35. Garis keturunan dari pihak ayah
- 38. Sikap saling menghargai perbedaan
- 39. Status sosialdari lahir/keturunan
- 40. Sistem keyakinan kepada Tuhan
- 41. Tingkat sekolah formal
- 42. Saluran mobilitas jalur sekolah
- 43. Status sosial hadiah atas jasa
- 45. Garis keturunan dari pihak ibu
- 46. Pelapisan sosial yang bisa naik/turun
- 48. Perlakuan tidak adil / membeda-bedakan
- 49. Tekanan jiwa akibat status turun
- 51. Kasta terendah Hindu
- 52. Perpindahan status sosial
- 53. Faktor penarik dari daerah tujuan
- 55. Semboyan pemersatu Indonesia
Down
- 1. Kasta pemuka agama
- 2. Sistem masyarakat berdasar kebangsawanan
- 4. Kedudukan / posisi sosial seseorang
- 5. Dimensi Weber tentang pengaruh politik
- 7. Dorongan untuk berprestasi
- 8. Kaum buruh dalam teori Karl Marx
- 9. Mobilitas dalam satu masa hidup
- 10. Pembedaan kaku penghambat mobilitas
- 11. Penguatan batas-batas kelompok
- 12. Masyarakat beranekaragam
- 13. Mengagungkan budaya sendiri secara sempit
- 16. Faktor pendorong akibat bencana / perang
- 19. Mobilitas beda generasi (orang tua - anak)
- 21. Kriteria pelapisan berdasar aset/uang
- 24. Mobilitas antar kedudukan sederajat
- 25. Pelapisan masyarakat secara vertikal
- 28. Pandangan kaku terhadap kelompok lain
- 29. Loyalitas berlebihan pada suku / daerah
- 31. Status sosial dari hasil usaha
- 32. Persilangan anggota kelompok sosial
- 36. Perpindahan warga dari desa ke kota
- 37. Faktor pendorong ingin lepas dari miskin
- 41. Saluran mobilitas lewat parpol
- 42. Saluran mobilitas lewat pernikahan
- 44. Kerabat berdasar garis keturunan
- 47. Kaum pemilik modal
- 50. Kelompok berdasar asal-usul budaya / etnis
- 51. Mobilitas akibat perubahan struktur
- 54. Peringkat sosial berdasar keluhuran budi
