Across
- 3. Kekerasan yang disebabkan oleh budaya masyarakat yang berbeda.
- 7. Terjadi karena adanya perbedaan paham yang diyakini oleh yang berkonflik.
- 9. Sekelompok manusia yang memiliki ciri fisik yang sama dan berbeda dengan kelompok lainnya.
- 10. Muncul karena adanya perbedaan pendapat dari kelompok-kelompok dalam menghadapi masalah.
- 12. Persepsi dari salah satu pihak atau masing-masing pihak terhadap konflik yang sering dihadapi.
- 15. Proses komunikasi terstruktur oleh kedua pihak yang dapat diterima.
- 18. Perbuatan seseorang atau kelompok yang menyebabkan cedera, kerusakan fisik atau kematian orang lain.
- 19. Upaya memulihkan hubungan masyarakat.
- 20. Kekerasan yang tidak langsung dikenakan kepada individu, tapi menggunakan sebuah perantara.
- 21. Bersikap cukup kooperatif dan asertif dalam intensitas yang cukup menuju ke arah pemuasan pihak berkepentingan.
- 23. Yang mendukung tujuan organisasi yang bersifat konstruktif.
- 24. Pengendalian konflik dengan menghadirkan pihak ketiga yang memberikan keputusan tertentu.
Down
- 1. Kekerasan yang terjadi melalui sistem atau struktur sosial.
- 2. Terjadi karena adanya ketidakadilan alokasi sumber daya ke seluruh organisasi.
- 4. Cara menyelesaikan konflik untuk mencapai keseimbangan kekuatan masyarakat.
- 5. Penyelesaian melalui pengadilan untuk menyelesaikan masalah.
- 6. Perlakuan ketidakseimbangan terhadap perorangan/kelompok.
- 8. Kekerasan yang akibatnya dapat dirasakan langsung dalam bentuk ancaman.
- 10. Sebuah kondisi saat ada dua atau lebih pandangan, keinginan, kepercayaan, kepentingan, nilai, atau kebutuhan yang berbeda.
- 11. Menghindari perselisihan dan membiarkan kedua pihak memiliki pandangan yang berbeda.
- 13. Adanya kondisi yang menciptakan kesempatan untuk munculnya konflik.
- 14. Muncul karena adanya perasaan tidak senang dan benci dari seseorang/kelompok terhadap pihak lain.
- 16. Kekerasan yang menyebabkan trauma dan stress
- 17. Kekerasan yang dilakukan melalui simbol atau lambang.
- 22. Berhenti pada suatu titik karena ketidakseimbangan sehingga tidak bisa maju atau mundur.
