Across
- 5. = Cara menyelesaikan konflik dengan mengundurkan diri karena merasa kalah
- 8. = Sikap atau pandangan didasarkan anggapan negatif ke kelompok lain
- 11. = Proses sosial menyingkirkan pihak lain dengan kekerasan fisik
- 14. = Kelompok sendiri yang solidaritasnya menguat karena konflik luar
- 16. = Konflik yang bersumber dari dalam kelompok itu sendiri
- 17. = Faktor penyebab konflik berupa perbedaan pandangan atau keyakinan
- 19. = Upaya penyelesaian konflik melalui lembaga perantara pemberi saran
- 21. = Konflik antara kelas sosial yang berbeda tingkatannya
- 22. = Perasaan benci atau permusuhan yang disembunyikan
- 24. = Bentuk penyelesaian sengketa melalui jalur pengadilan
- 25. = Hilangnya norma dan nilai akibat konflik atau perubahan sosial
- 27. = Sifat konflik yang bersifat merusak tatanan sosial yang ada
- 28. = Hubungan timbal balik antarmanusia dalam kehidupan bermasyarakat
- 29. = Sifat konflik yang membangun atau memperkuat integrasi sosial
Down
- 1. = Tokoh sosiologi yang terkenal dengan teori konflik fungsionalisme
- 2. = Penghentian konflik sementara waktu secara damai di medan laga
- 3. = Konflik yang terjadi di dalam diri individu sendiri
- 4. = Proses sosial berupa benturan antarpihak untuk mencapai tujuan
- 6. = Perbedaan ciri fisik yang sering menjadi sumber konflik sosial
- 7. = Teori konflik yang memandang masyarakat bersaing memperebutkan sumber daya
- 9. = Penyelesaian konflik melalui pihak ketiga dengan keputusan mengikat
- 10. = Bentuk akomodasi di mana pihak yang berselisih saling mengurangi tuntutan
- 11. = Bentuk akomodasi yang terjadi karena adanya paksaan
- 12. = Proses tawar-menawar agar tercapai kesepakatan bersama
- 13. = Bentuk akomodasi berupa perjanjian penukaran barang atau jasa
- 15. = Akomodasi yang terjadi karena tekanan pihak yang lebih kuat
- 18. = Konflik yang terjadi antara pemerintah dengan warga negara
- 20. = Akomodasi saat kekuatan pihak yang berkonflik seimbang
- 23. = Konflik yang terjadi antara perorangan dalam kehidupan sehari hari
- 26. = Peran pihak ketiga yang bersikap netral dalam proses mediasi
