Across
- 8. , Debu organik yang berasal dari sumber-sumber yang berbeda seperti virus, bakteri, jamur, protein dari Binatang atau bahan-bahan dari tumbuhan seperti produk serat alam yang terdegrasi. Merupakan potensi bahaya
- 9. , Alat transportasi untuk memindahkan korban ke tempat yang aman adalah
- 10. , Suatu keadaan yang memungkinkan atau berpotensi terhadap terjadinya kecelakaan berupa cedera, penyakit, kematian, kerusakan atau kemampuan melaksanakan fungsi operasional yang telah diteteapkan disebut
- 11. , Bahan kimia memiliki sifat beracun dapat masuk kedalam paru – paru, yang menyebabkan kerusakan sistem tubuh. Hal ini merupakan faktor bahaya kimia yang masuk ketubuh manusia melalui
- 12. , Suat proses kegiatan yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengukuran dan tindak lanjut yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan dengan menggunakan manusia dan sumber daya manusia disebut
- 15. , Pancaran energi melalui suatu materi atau ruang dalam bentuk panas atau cahaya serta dapat menyebabkan kematian atau kelainan pada sel tubuh manusia disebut
- 16. , Membuka jalan napas korban yang tersumbat karena lidah tertarik ke tenggorakan sehingga menutupi jalan napas mengacu pada penerapan prinsip P3K yang disebut
- 18. , Potensi bahaya yang ditimbulkan kurangnya perhatian terhadap kondisi psikologis tenaga kerja, seperti penempatan kerja yang tidak sesuai bakat, minat, kepribadian. Merupakan potensi bahaya
Down
- 1. , Rangakian kegiatan yang teratur dan saling berhubungan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh Perusahaan dengan menggunakan manusia dan sumber daya yang ada disebut
- 2. , Potensi bahaya yang timbul karena penerapan ergonomi yang tidak sesuai dengan pekerjaan serta peralatan kerja. Merupakan potensi bahaya
- 3. , Upaya memberikan pertolongan pertama secara cepat dan tepat kepada pekerja yang berada ditempat kerja yang mengalami cedera di tempat kerja disebut
- 4. , Memastikan lokasi benar-benar aman sebelum menolong korban, baik bagi diri sendiri, bagi korban, dan bagi orang-orang disekitar lokasi kejadian. Hal ini mengacu pada penerapan prinsip P3K yang disebut
- 5. , Gerakan bolak balikm cepat (reciprocating) memantul keatas dan kebawah atau kebelakang dan kedepan serta dapat dirasakan melalui lantai atau dinding. Hal ini merupakan factor berbahaya kerja factor fisik yang disebut
- 6. , Setelah jalan napas terbuka, lanjutkan dengan pemberian 2 kali napas bantuan dari mulut ke mulut. Hal ini mengacu pada penerapan prinsip P3K disebut
- 7. , Memastikan kesadaran korban dengan cara memanggil namanya jika kenal, atau bersuara yang agak keras di dekat telinga korban. Jika tidak ada respons, tepuk pundak korban perlahan namun tegas, berikan stimulus dengan mencubit bagian telinga korban. Hal ini merupakan suatu tindakan yang disebut
- 13. , Kondisi tenaga kerja yang mudah sters, tidak merasa nyaman, kerap mengeluarkan emosi negatif dan tidak mendukung perkembangan kariernya serta kemajuan perusahaan. Merupakan potensi bahaya
- 14. , Setelah memastikan korban tidak memberi respons dan sudah memanggil bantuan medis lakukan kompresi dada yang biasa dikenal dengan Resusitasi Jantung Paru-Paru (RJP) atau Cardio Pulmonary Resutation (CPR). Hal ini merupakan penerapan prinsip P3K yang disebut
- 17. kerja , Ruang lingkup ergonomi berkaitan dengan komunikasi didalam lingkungan pekerjaan, yang yang membuat pekerja merasa nyaman dalam bekerja. Berikut yang termasuk dalam ruang lingkup ergonomi oeganisasi adalah rancangan
