UTS

1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738394041424344454647484950
Across
  1. 4. Setiap isim yang menunjukkan kepada sesuatu yang tertentu yang sudah tertentu.
  2. 6. Morfem terikat yang dilekatkan pada morfem dasar atau akar.
  3. 7. Perubahan nomina, pronominal atau ajektiva yang menunjukkan kategori, kasus, jumlah, atau jenis.
  4. 9. Proses pengimbuhan afiks non-inflektif pada dasr untuk membentuk kata.
  5. 11. Penggabungan dua kata atau lebih menjadi sebuah kata.
  6. 12. Hasil penggabungan beberapa morfem menjadi kata yang padat.
  7. 15. Isim yang menunjukan arti laki-laki (baik manusia, binatang, benda-benda mati) atau yang dianggap laki-laki.
  8. 18. Isim musytaq yang menunjukkan kepada perangkat terjadinya fi’il.
  9. 19. Setiap isim yang menunjukkan kepada sesuatu yang belum tertentu.
  10. 22. Isim yang menunjukkan sesuatu dengan isyarat.
  11. 23. Bagian dari tata bahasa yang mempelajari bentuk-bentuk kata dan segala hal proses pembentukannya.
  12. 26. Satuan gramatikal bebas terkecil.
  13. 29. Perubahan bentuk kata yang menunjukkan berbagai hubungan gramatikal.
  14. 30. Isim yang diselesaikan dengan hamzah dan dibacanya panjang sebelum hamzah ada alif zaidah.
  15. 34. Dalam bahasa Arab merupakan kata yang telah ditambahkan afiks .
  16. 36. Fi’il yang terdiri dari tiga huruf.
  17. 37. Isim musytaq dari fi’il mabni lil majhul untuk menunjukkan kepada pihak yang dikenai fi’il.
  18. 38. Isim mu’rab yang mana akhirannya berupa alif yang tetap (alif lazimah), baik ditulis dengan bentuk alif (ا) atau dengan bentuk (ي).
  19. 39. Gabungan dari dua atau lebih disebut dengan
  20. 40. Menggabungkan kata-kata menjadi kata baru.
  21. 41. Proses pembentukan kata dari verba.
  22. 44. Lafadz yang memiliki arti benda tunggal/satu.
  23. 45. Isim mu’rab yang diakhirnya berupa ya (ي) yang tetap dan sebelumnya adalah huruf yang berharokat kasroh
  24. 47. Proses pemendekan yang dilakukan dengan cara menggabungkan huruf atau suku kata atau bagi-an lain yang ditulis atau dilafalkan seperti kata yang memenuhi kaidah fonotaktik.
  25. 49. Fi’il yang terdiri dari empat huruf.
  26. 50. Pembentukan kata baru dengan mengurangi jumlah suku katanya.
Down
  1. 1. Tanda bunyi yang dituliskan diatas atau bawah konsonan berpola aktif.
  2. 2. Isim yang huruf akhirnya hamzah dan sebelumnya terdapat alif zaidah.
  3. 3. Isim yang menunjukkan makna “banyak” dengan mengubah bentuk mufrodnya mengikuti was an-wazan tertentu.
  4. 5. Kaidah atau morfem terikat yang ditambahkan pada akar kata dasar sehingga merubah fungsi dari kata tersebut begitu juga artinya.
  5. 8. Isim yang menunjukan arti perempuan (baik manusia, benda-benda mati) atau dianggap perempuan.
  6. 10. Setiap isim yang menunjukkan kepada suatu makna yang tidak berkaitan dengan waktu.
  7. 13. Menyebutkan sebagian huruf atau beberapa bagian klausa untuk mewakili kata atau klausa yang lebih panjang.
  8. 14. Pemendekan kata dengan membuang bagian dari kata tersebut untuk membentuk kata baru yang mengandung makna yang sama.
  9. 16. Setiap isim yang tidak diambil dari lafadznya fi’il dan maknanya.
  10. 17. Perubahan pola verba atas kata atau bentuk tunggal, ganda dan jamak.
  11. 18. Isim yang dibuat untuk nama seseorang atau suatu tempat, gelar apapun yang memastikan sosoknya.
  12. 20. Isim musytaq yang menunjukkan tempat terjadinya suatu perbuatan.
  13. 21. Dalam bahasa Arab kata disebut dengan
  14. 24. Akhiran atau imbuhan (morfem terikat) yang dirangkaikan di belahan kata.
  15. 25. Setiap isim yang tidak diambil dari selainnya
  16. 27. Perubahan yang berlaku pada isim mu’rab, bebas dari shighah-shighah tashghir dan syibah-nya.
  17. 28. Bentuk suatu kata atau bahasa yang dapat dipisah-pisahkan menjadi bagian yang lebih kecil.
  18. 31. Isim ma’rifat mabni yang manunjukkan kepada mutakallim (orang pertama), Mukhatab (orang ke dua ) atau ghaib (orang ketiga).
  19. 32. Dalam Bahasa Arab merupakan ucapan yang tidak disertai tanda ism atau tanda fi’Il.
  20. 33. Akarkata yang bergabung dengan afiks.
  21. 35. Isim musytaq yang menunjukkan waktu terjadinya suatu perbuatan.
  22. 36. Lafadz yang memiliki arti benda dua.
  23. 42. jenis kata yang mengandung makna dasar perbuatan (aksi), proses, atau keadaan yang bukan sifat atau kualitas.
  24. 43. Isim yang diambil dari kata selainnya dan menunjukkan kepada sesuatu yang disifati dengan sifat.
  25. 46. Isim yang menunjukkan kepada pihak yang melakukan fi’il.
  26. 48. Isim yang berfungsi untuk menghubungkan suatu kalimat.