Across
- 3. Lembaga sosial yang berperan mengontrol dan mengatur pemanfaatan SDA melalui regulasi serta undang-undang.
- 4. Sikap eksploitasi berlebihan terhadap SDA yang terjadi ketika kesadaran moral (Mores) meluntur.
- 7. Aturan atau tradisi yang berakar kuat pada nilai spiritual/budaya turun-temurun dan memiliki daya ikat paling kuat.
- 9. Istilah sosiologi untuk dorongan interaksi yang mengikat anggota masyarakat dalam keteraturan melalui norma.
- 10. Salah satu contoh pelanggaran Usage saat sedang berada di meja makan.
- 13. Salah satu bentuk sanksi berat bagi pelanggar Custom (Adat Istiadat) di masyarakat hukum adat.
- 17. Tingkat norma sosial yang dilakukan secara berulang-ulang dan sadar karena dianggap baik oleh masyarakat.
- 18. Sifat dari norma Mores yang memaksa anggotanya untuk menyeimbangkan perilaku sesuai kesepakatan kelompok.
- 19. Salah satu bentuk modal utama yang ditingkatkan kualitasnya oleh lembaga pendidikan selain pengetahuan dan keterampilan.
Down
- 1. Lembaga sosial yang bertanggung jawab melatih, menggembleng, dan meningkatkan kualitas SDM agar siap kerja.
- 2. Proses pengenalan norma dan nilai sosial kepada individu sejak usia dini dalam keluarga.
- 4. Istilah untuk penghentian sementara eksploitasi alam demi regenerasi ekosistem.
- 5. Lembaga sosial yang memberikan kontrol moral internal berdasarkan ajaran keagamaan.
- 6. Sanksi sosial yang paling sering diterima oleh pelanggar norma Folkways di lingkungan sekitar.
- 8. Tradisi larangan adat di Maluku untuk mengambil hasil laut dalam jangka waktu tertentu demi menjaga kelestarian SDA.
- 11. Lembaga sosial yang berfungsi mengelola produksi, distribusi, dan konsumsi barang serta jasa.
- 12. Pihak yang bertindak sebagai pemegang peran utama dalam perancangan kurikulum pendidikan vokasi/keahlian
- 14. Jenis norma Tata Kelakuan dalam istilah sosiologi yang dipatuhi karena dianggap sebagai pengawas perilaku.
- 15. Norma sosial yang daya ikatnya paling lemah, sanksinya hanya berupa teguran atau celaan.
- 16. Lembaga sosial dasar yang menjadi agen sosialisasi paling pertama dan utama bagi seorang anak.
